{"id":12378188,"date":"2026-03-19T18:29:29","date_gmt":"2026-03-19T10:29:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.likacloud.com\/knowledge\/%e6%8e%8c%e6%8f%a1%e5%85%b3%e9%94%ae%e6%8a%80%e5%b7%a7%ef%bc%9a%e4%bb%8e%e9%9b%b6%e5%bc%80%e5%a7%8b%e5%88%9b%e5%bb%ba%e4%bd%a0%e7%ac%ac%e4%b8%80%e4%b8%aawordpress%e4%b8%bb%e9%a2%98\/"},"modified":"2026-06-04T08:02:40","modified_gmt":"2026-06-04T00:02:40","slug":"create-your-first-wordpress-theme-from-scratch","status":"publish","type":"knowledge_post","link":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/knowledge\/wordpress\/create-your-first-wordpress-theme-from-scratch\/","title":{"rendered":"Menguasai keterampilan kunci: Membuat tema WordPress pertama Anda dari nol"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengembangan Lingkungan dan Persiapan File Dasar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum memulai menulis kode, sangat penting untuk membangun lingkungan pengembangan lokal yang stabil. Hal ini memungkinkan Anda melakukan pengujian tanpa mempengaruhi situs web yang berjalan di internet. Kami merekomendasikan penggunaan alat-alat seperti Local by Flywheel, XAMPP, atau MAMP untuk dengan cepat membangun lingkungan server lokal yang mencakup PHP dan MySQL.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, Anda perlu melakukan beberapa langkah di dalam direktori instalasi WordPress. <code data-no-auto-translation=\"\">wp-content\/themes<\/code> Di dalam folder tersebut, buatlah sebuah folder baru untuk topik Anda, misalnya dengan nama \u201cMyProject\u201d. <code data-no-auto-translation=\"\">my-first-theme<\/code>Folder ini merupakan direktori akar (root directory) untuk tema Anda. Selanjutnya, Anda perlu membuat dua file dasar dan penting:<code data-no-auto-translation=\"\">style.css<\/code> \u548c <code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code>\u3002<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><code data-no-auto-translation=\"\">style.css<\/code> File tersebut bukan hanya berisi file gaya tema (theme style sheet) Anda, yang lebih penting lagi, file tersebut juga mengandung bagian kepala informasi tema (Theme Header) yang ditulis menggunakan komentar CSS. Bagian kepala ini merupakan satu-satunya identifikasi yang digunakan oleh WordPress untuk mengenali tema Anda.<\/p>\n<!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_START --><p>\u63a8\u8350\u9605\u8bfb <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/knowledge\/wordpress\/wordpress-theme-development-guide-tutorial-9awordpress\/\">Dari Nol ke Satu: Panduan Lengkap dan Trik Praktis dalam Pengembangan Tema WordPress<\/a>\u3002<\/p><!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_END -->\n\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code class=\"language-css\" data-no-auto-translation=\"\">\/*\nTheme Name: \u6211\u7684\u7b2c\u4e00\u4e2a\u4e3b\u9898\nTheme URI: http:\/\/example.com\/my-first-theme\/\nAuthor: \u4f60\u7684\u540d\u5b57\nAuthor URI: http:\/\/example.com\/\nDescription: \u8fd9\u662f\u4e00\u4e2a\u4ece\u96f6\u5f00\u59cb\u521b\u5efa\u7684 WordPress \u4e3b\u9898\u793a\u4f8b\u3002\nVersion: 1.0\nLicense: GNU General Public License v2 or later\nLicense URI: http:\/\/www.gnu.org\/licenses\/gpl-2.0.html\nText Domain: my-first-theme\n*\/<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code> Ini adalah file template utama untuk tema Anda, dan juga file cadangan terakhir yang akan digunakan oleh WordPress saat mencari template. File ini setidaknya harus berisi pemanggilan-pemanggilan fungsi inti dari WordPress, agar dapat menghasilkan bagian kepala halaman (header), bagian isi (content loop), dan bagian kaki halaman (footer).<\/p>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_START -->\n\r\n<div class=\"flex justify-between items-center flex-col lg:flex-row xl:flex-col 2xl:flex-row gap-6 sm:gap-8 rounded-lg border border-gray-200 dark:border-gray-700 p-4 mb-8 lg:mb-10 sm:p-6 bg-white dark:bg-gray-750 shadow-md transition-colors duration-300\"\r\n     data-link=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/ultahost-wordpress-hosting\/\">\r\n     \r\n  <div class=\"flex flex-col gap-3 gap-4 sm:gap-6 w-full\">\r\n    <strong class=\"text-2xl font-semibold text-gray-900 dark:text-gray-200\">\r\n      UltaHost \u2013 Hosting untuk WordPress    <\/strong>\r\n    <div class=\"text-gray-600 dark:text-gray-300 word-word\">Jaminan pengembalian uang dalam 30 hari, bandwidth dan basis data yang tidak terbatas, perlindungan DDoS gratis, diskon 50% untuk pembelian selama 3 tahun (dari harga normal: 50%).<\/div>\r\n  <\/div>\r\n\r\n  <div class=\"flex items-center flex-col md:flex-row lg:flex-col xl:flex-row 2xl:flex-col gap-6 shrink-0\">\r\n          <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/ultahost-wordpress-hosting\/\">\r\n                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251227020448.webp\" alt=\"LOGO UltaHost.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 dark:hidden\" title=\"\">\r\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251229052118.webp\" alt=\"LOGO UltaHost.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 hidden dark:block\" title=\"\">\r\n              <\/a>\r\n    \r\n    <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/ultahost-wordpress-hosting\/\"\r\n       class=\"bg-blue-500 w-full md:w-auto lg:w-full xl:w-auto 2xl:w-full text-center !text-white dark:!text-gray-200 !px-5 !py-1.5 rounded-full hover:bg-blue-600 transition-colors\">\r\n       halaman akses    <\/a>\r\n  <\/div>\r\n<\/div>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_END -->\n\n\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code class=\"language-php\" data-no-auto-translation=\"\">&lt;!DOCTYPE html&gt;\n&lt;html no numeric noise key 1005&gt;\n&lt;head&gt;\n    &lt;meta charset=&quot;&lt;?php bloginfo( &#039;charset&#039; ); ?&gt;&quot;&gt;\n    &lt;meta name=&quot;viewport&quot; content=&quot;width=device-width, initial-scale=1&quot;&gt;\n    &lt;?php wp_head(); ?&gt;\n&lt;\/head&gt;\n&lt;body no numeric noise key 1002&gt;\n    \n&lt;\/body&gt;\n&lt;\/html&gt;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Memahami tingkatan struktur (level) template dari suatu topik.<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum membuat file template lainnya, memahami hierarki template (Template Hierarchy) di WordPress sangat penting. Hierarki ini menentukan template mana yang akan digunakan oleh WordPress untuk merender berbagai jenis halaman, seperti halaman utama, halaman artikel, halaman kategori, dan lainnya. Misalnya, ketika seseorang mengakses sebuah artikel tertentu, WordPress akan mencari file template sesuai urutan berikut:<code data-no-auto-translation=\"\">single-post-{slug}.php<\/code> -&gt; <code data-no-auto-translation=\"\">single-post-{id}.php<\/code> -&gt; <code data-no-auto-translation=\"\">single.php<\/code> -&gt; <code data-no-auto-translation=\"\">singular.php<\/code> -&gt; <code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code>Dengan memahami aturan ini, Anda akan dapat membuat file-file tertentu (seperti\u2026) <code data-no-auto-translation=\"\">single.php<\/code> \u6216 <code data-no-auto-translation=\"\">page.php<\/code>) untuk mengontrol secara akurat tampilan setiap halaman.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Membangun template inti untuk sebuah tema<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah topik yang lengkap seharusnya tidak hanya terdiri dari satu bagian saja. <code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code>Untuk mencapai organisasi kode yang lebih baik dan meningkatkan tingkat penggunaan kembali (reusability) kode, kita perlu membagi halaman menjadi beberapa bagian, lalu memasukkannya melalui fungsi-fungsi yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Memisahkan bagian header (tajuk halaman) dan footer (kaki halaman)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membuat <code data-no-auto-translation=\"\">header.php<\/code> File ini digunakan untuk menyimpan bagian kepala dari dokumen HTML (seperti DOCTYPE)., <code data-no-auto-translation=\"\">&lt;head&gt;<\/code> Bagian tertentu, serta bagian awal dari isi halaman (seperti judul situs web dan navigasi utama). Sesuai dengan itu, buatlah elemen-elemen tersebut. <code data-no-auto-translation=\"\">footer.php<\/code> File ini digunakan untuk menyimpan konten yang terletak di bagian bawah halaman (seperti informasi hak cipta) serta tag penutup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu, <code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code> Di dalamnya, Anda bisa menggunakannya. <code data-no-auto-translation=\"\">get_header()<\/code> \u548c <code data-no-auto-translation=\"\">get_footer()<\/code> Gunakan fungsi untuk memasukkan elemen-elemen tersebut, sehingga strukturnya menjadi lebih jelas.<\/p>\n<!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_START --><p>\u63a8\u8350\u9605\u8bfb <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/knowledge\/wordpress\/wordpress-theme-development-beginners-guide-build-your-first-theme-2026\/\">Panduan Lengkap untuk Pemula dalam Pengembangan Tema WordPress: Membangun Tema Pertama Anda Dari Nol<\/a>\u3002<\/p><!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_END -->\n\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Membuat template sidebar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika topik tersebut memerlukan sidebar (sisi samping), Anda dapat membuatnya. <code data-no-auto-translation=\"\">sidebar.php<\/code> File tersebut digunakan di dalam\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">dynamic_sidebar()<\/code> Fungsi ini digunakan untuk memanggil sidebar yang telah terdaftar di area widget. Gunakan fungsi tersebut dalam template utama. <code data-no-auto-translation=\"\">get_sidebar()<\/code> Gunakan fungsi untuk memasukkannya (mengimpornya).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengimplementasikan siklus artikel dan template konten<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Circulation of articles is the core of a WordPress theme; it is responsible for retrieving and displaying articles from the database. <code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code> \u6216 <code data-no-auto-translation=\"\">single.php<\/code> Di sini, kita menggunakan struktur perulangan standar. Untuk mengontrol tampilan artikel secara lebih termodulasi di halaman daftar (seperti halaman utama, halaman arsip), serta di halaman artikel individu, kita dapat membuat\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">content.php<\/code> Atau buat masing-masing secara terpisah. <code data-no-auto-translation=\"\">content-single.php<\/code> \u548c <code data-no-auto-translation=\"\">content-excerpt.php<\/code>\u3002<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam loop, gunakan\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">get_template_part()<\/code> Fungsi tersebut digunakan untuk memanggil berbagai file template konten, misalnya:<code data-no-auto-translation=\"\">get_template_part( 'content', get_post_format() );<\/code>\u3002<\/p>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_START -->\n\r\n<div class=\"flex justify-between items-center flex-col lg:flex-row xl:flex-col 2xl:flex-row gap-6 sm:gap-8 rounded-lg border border-gray-200 dark:border-gray-700 p-4 mb-8 lg:mb-10 sm:p-6 bg-white dark:bg-gray-750 shadow-md transition-colors duration-300\"\r\n     data-link=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/hosting-shared-hosting\/\">\r\n     \r\n  <div class=\"flex flex-col gap-3 gap-4 sm:gap-6 w-full\">\r\n    <strong class=\"text-2xl font-semibold text-gray-900 dark:text-gray-200\">\r\n      hosting.com hosting bersama    <\/strong>\r\n    <div class=\"text-gray-600 dark:text-gray-300 word-word\">Kinerja tinggi, dilengkapi dengan CPU AMD EPYC, penyimpanan SSD NVMe, dan LiteSpeed, dukungan internal ahli 24 jam sehari, langkah-langkah keamanan canggih termasuk SSL, brute force, malware, dan perlindungan DDoS, menghemat hingga 731 TB\/bulan.<\/div>\r\n  <\/div>\r\n\r\n  <div class=\"flex items-center flex-col md:flex-row lg:flex-col xl:flex-row 2xl:flex-col gap-6 shrink-0\">\r\n          <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/hosting-shared-hosting\/\">\r\n                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/20250901222940.svg\" alt=\"LOGO hosting.com\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 dark:hidden\" title=\"\">\r\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251228220957.webp\" alt=\"LOGO hosting.com\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 hidden dark:block\" title=\"\">\r\n              <\/a>\r\n    \r\n    <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/hosting-shared-hosting\/\"\r\n       class=\"bg-blue-500 w-full md:w-auto lg:w-full xl:w-auto 2xl:w-full text-center !text-white dark:!text-gray-200 !px-5 !py-1.5 rounded-full hover:bg-blue-600 transition-colors\">\r\n       halaman akses    <\/a>\r\n  <\/div>\r\n<\/div>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_END -->\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Integrasi Fitur Tema dengan Gaya Tampilan (Theme Features and Style Integration)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah tema yang berkualitas tidak hanya harus memiliki tampilan yang menarik, tetapi juga harus diperkuat fungsionalitasnya melalui berbagai file fungsi (function files).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengintegrasikan file fungsi tema<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membuat <code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code> File ini bukanlah file template, tetapi merupakan \u201cotak\u201d dari sebuah tema (theme), yang berfungsi untuk menambahkan berbagai fitur tema, menu pendaftaran (registration menu), sidebar, serta memasukkan skrip dan gaya tampilan (scripts and styles). File ini akan secara otomatis diunduh oleh WordPress saat tema tersebut diinisialisasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam berkas ini, Anda dapat menggunakan\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">add_theme_support()<\/code> Fungsi tersebut digunakan untuk mengaktifkan fitur-fitur tertentu dari tema, seperti gambar singkat artikel (Featured Image), logo kustom (Custom Logo), dan dukungan untuk tag HTML5.<\/p>\n<!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_START --><p>\u63a8\u8350\u9605\u8bfb <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/knowledge\/wordpress\/wordpress-theme-development-guide-from-beginner-to-expert-12377838\/\">Pengembangan Tema WordPress dari Dasar hingga Mahir: Panduan Inti untuk Membangun Situs Web yang Dikustomisasi<\/a>\u3002<\/p><!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_END -->\n\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code class=\"language-php\" data-no-auto-translation=\"\">function my_first_theme_setup() {\n    \/\/ \u6dfb\u52a0\u6587\u7ae0\u548c\u8bc4\u8bba\u7684 RSS feed \u94fe\u63a5\u5230 head\n    add_theme_support( &#039;automatic-feed-links&#039; );\n    \/\/ \u542f\u7528\u6587\u7ae0\u7f29\u7565\u56fe\u529f\u80fd\n    add_theme_support( &#039;post-thumbnails&#039; );\n    \/\/ \u6ce8\u518c\u4e00\u4e2a\u5bfc\u822a\u83dc\u5355\u4f4d\u7f6e\n    register_nav_menus( array(\n        &#039;primary&#039; =&gt; __( &#039;\u4e3b\u5bfc\u822a\u83dc\u5355&#039;, &#039;my-first-theme&#039; ),\n    ) );\n}\nadd_action( &#039;after_setup_theme&#039;, &#039;my_first_theme_setup&#039; );<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\\nArea alat pendaftan.<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u5728 <code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code> Di dalamnya, digunakan\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">register_sidebar()<\/code> Sebuah fungsi dapat mendefinisikan satu atau lebih area widget (Widget Areas), yang memungkinkan pengguna untuk menyeret dan meletakkan komponen di antar muka \u201cwidget\u201d di latar belakang.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code class=\"language-php\" data-no-auto-translation=\"\">function my_first_theme_widgets_init() {\n    register_sidebar( array(\n        &#039;name&#039;          =&amp;gt; __( &#039;Sidebar Utama&#039;, &#039;my-first-theme&#039; ),\n        &#039;id&#039;            =&amp;gt; &#039;sidebar-1&#039;,\n        &#039;description&#039;   =&amp;gt; __( &#039;Tambahkan widget di sini.&#039;, &#039;my-first-theme&#039; ),\n        &#039;before_widget&#039; =&amp;gt; &#039; &#039;&lt;section id=&quot;%1$s&quot; class=&quot;widget %2$s&quot;&gt;&#039;,\n        &#039;after_widget&#039;  =&amp;gt; &#039;&lt;\/section&gt;&#039;,\n        &#039;before_title&#039;  =&amp;gt; &#039;&lt;h2 class=&quot;widget-title&quot;&gt;&#039;,\n        &#039;after_title&#039;   =&amp;gt; &#039;&lt;\/h2&gt;&#039;function my_first_theme_widgets_init() {  \n    register_sidebars( array(  \n        &#039;sidebars&#039; =&amp;gt; array(  \n            &#039;name&#039; =&amp;gt; &#039;Sidebar 1&#039;,  \n            &#039;id&#039; =&amp;gt; &#039;sidebars-1&#039;,  \n            &#039;description&#039; =&amp;gt; &#039;Sidebar pertama&#039;,  \n        )  \n    ) );  \n}\nadd_action( &#039;widgets_init&#039;, &#039;my_first_theme_widgets_init&#039; );<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengunduh gaya (styles) dan skrip (scripts) dengan benar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan pernah langsung menggunakan kode dalam file template. <code data-no-auto-translation=\"\">&lt;link&gt;<\/code> \u6216 <code data-no-auto-translation=\"\">&lt;script&gt;<\/code> Tag hardcoding untuk mengintegrasikan file CSS dan JavaScript bukanlah metode yang disarankan. Cara yang benar adalah dengan menggunakan skrip atau mekanisme pengelolaan file yang terstruktur, sehingga file-file tersebut dapat diatur dan diperbarui dengan mudah tanpa perlu mengubah kode sumber secara langsung. <code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code> Gunakan dalam bahasa Cina <code data-no-auto-translation=\"\">wp_enqueue_style()<\/code> \u548c <code data-no-auto-translation=\"\">wp_enqueue_script()<\/code> Fungsi tersebut, lalu di-mount (dipasang) ke\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">wp_enqueue_scripts<\/code> Di atas kait tersebut. Hal ini memastikan bahwa hubungan ketergantungan (dependency relationships) berjalan dengan benar dan mencegah pengunduhan yang berulang-ulang.<\/p>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_START -->\n\r\n<div class=\"flex justify-between items-center flex-col lg:flex-row xl:flex-col 2xl:flex-row gap-6 sm:gap-8 rounded-lg border border-gray-200 dark:border-gray-700 p-4 mb-8 lg:mb-10 sm:p-6 bg-white dark:bg-gray-750 shadow-md transition-colors duration-300\"\r\n     data-link=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/interserver-webhosting\/\">\r\n     \r\n  <div class=\"flex flex-col gap-3 gap-4 sm:gap-6 w-full\">\r\n    <strong class=\"text-2xl font-semibold text-gray-900 dark:text-gray-200\">\r\n      Hosting bersama InterServer.    <\/strong>\r\n    <div class=\"text-gray-600 dark:text-gray-300 word-word\">Hosting bersama seharga $2,50 USD per bulan, diskon $0,1 USD untuk bulan pertama dengan kode promo tryinterserver, serta 461 skrip aplikasi cloud yang dapat diinstal dengan sekali klik.<\/div>\r\n  <\/div>\r\n\r\n  <div class=\"flex items-center flex-col md:flex-row lg:flex-col xl:flex-row 2xl:flex-col gap-6 shrink-0\">\r\n          <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/interserver-webhosting\/\">\r\n                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251228045033.svg\" alt=\"Logo InterServer.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 dark:hidden\" title=\"\">\r\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251229054830.webp\" alt=\"Logo InterServer.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 hidden dark:block\" title=\"\">\r\n              <\/a>\r\n    \r\n    <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/interserver-webhosting\/\"\r\n       class=\"bg-blue-500 w-full md:w-auto lg:w-full xl:w-auto 2xl:w-full text-center !text-white dark:!text-gray-200 !px-5 !py-1.5 rounded-full hover:bg-blue-600 transition-colors\">\r\n       halaman akses    <\/a>\r\n  <\/div>\r\n<\/div>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_END -->\n\n\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code class=\"language-php\" data-no-auto-translation=\"\">function my_first_theme_scripts() {\n    \/\/ \u52a0\u8f7d\u4e3b\u6837\u5f0f\u8868\n    wp_enqueue_style( &#039;my-first-theme-style&#039;, get_stylesheet_uri() );\n    \/\/ \u52a0\u8f7d\u5bfc\u822a\u811a\u672c\uff0c\u4f9d\u8d56 jQuery\n    wp_enqueue_script( &#039;my-first-theme-navigation&#039;, get_template_directory_uri() . &#039;\/js\/navigation.js&#039;, array(&#039;jquery&#039;), &#039;1.0&#039;, true );\n}\nadd_action( &#039;wp_enqueue_scripts&#039;, &#039;my_first_theme_scripts&#039; );<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Internasionalisasi Tema dan Persiapan Penerbitan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengimplementasikan fitur penerjemahan tema (theme translation).<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar topik Anda dapat digunakan oleh pengguna di seluruh dunia, internasionalisasi (i18n) merupakan langkah yang penting. Hal ini berarti Anda perlu membungkus semua teks yang ditujukan untuk pengguna menggunakan fungsi penerjemahan. Fungsi yang paling umum digunakan adalah\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">__()<\/code>(Digunakan untuk menampilkan hasil terjemahan dalam PHP) dan <code data-no-auto-translation=\"\">_e()<\/code>(Digunakan untuk menghasilkan terjemahan dalam PHP.) Pada saat yang sama, <code data-no-auto-translation=\"\">style.css<\/code> Bagian kepala dan\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code> Dalam fungsi pengunduhan (download function), perlu mengatur domain teks (Text Domain) dengan benar, seperti yang telah kita atur sebelumnya. <code data-no-auto-translation=\"\">my-first-theme<\/code>\u3002<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Melakukan pengujian akhir dan kompresi.<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum dipublikasikan, harus dilakukan pengujian yang menyeluruh di berbagai lingkungan (berbagai versi PHP, berbagai versi WordPress), serta di berbagai perangkat (desktop, tablet, ponsel). Periksa apakah semua file template berfungsi dengan benar, apakah fitur-fiturnya terwujud sesuai harapan, dan apakah tema tersebut memenuhi standar peninjauan tema resmi WordPress.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akhirnya, hapus semua kode debug dan komentar (kecuali jika hal tersebut membantu pengguna), lalu gunakan alat seperti CodeKit atau kompresor online untuk memampatkan file CSS dan JavaScript Anda guna mengurangi ukurannya. Kemas seluruh folder tema tersebut menjadi file ZIP, dan Anda siap untuk mengirimkannya ke direktori tema di WordPress.org atau mendistribusikannya kepada pengguna.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menyimpulkan.<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membuat tema WordPress dari nol merupakan proses pembelajaran yang sistematis, yang mencakup berbagai aspek mulai dari membangun lingkungan pengembangan, memahami struktur template, membuat file template inti, hingga mengatur tampilan situs web secara keseluruhan. <code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code> Proses integrasi fitur-fitur lanjutan yang komprehensif ini sangat penting untuk dijalankan dengan mengikuti standar pemrograman dan praktik terbaik WordPress, seperti penggunaan fungsi bawaan, pengenalan sumber daya dengan benar, serta implementasi fitur internasionalisasi (multilingual support). Dengan menerapkan langkah-langkah yang dijelaskan dalam artikel ini secara langsung, Anda tidak hanya akan mendapatkan sebuah tema yang dapat digunakan, tetapi juga akan memahami lebih dalam mekanisme kerja tema WordPress secara keseluruhan, yang akan menjadi dasar yang kuat untuk mengembangkan tema yang lebih kompleks dan profesional.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ - Pertanyaan yang Sering Diajukan.<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah untuk membuat tema (theme) seseorang harus menguasai PHP?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, memahami PHP secara mendalam merupakan syarat penting untuk mengembangkan tema WordPress khusus (custom themes). Karena WordPress sendiri ditulis menggunakan PHP, semua file template (seperti\u2026) <code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code>, <code data-no-auto-translation=\"\">single.php<\/code>\uff09dan file fungsi (<code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code>Semua hal tersebut dilakukan langsung menggunakan kode PHP untuk menghasilkan konten secara dinamis, memanggil basis data, dan menangani logika. Tanpa pengetahuan tentang PHP, Anda tidak akan mampu memahami dan mengoperasikan bagian inti dari tema tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah pengembangan tema harus memulai dari nol dengan menulis semua kode?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak selalu demikian. Bagi pemula, memulai dari nol merupakan cara belajar yang sangat baik. Namun dalam pekerjaan nyata, para pengembang sering kali menggunakan \u201ctema starter\u201d (Starter Theme) atau \u201ctema induk\u201d (Parent Theme) sebagai dasar. Misalnya, tema resmi _Underscores (_s) merupakan pilihan yang sangat baik karena sederhana dan sesuai dengan standar penulisan kode yang berkualitas; tema ini sudah menyediakan struktur file dasar serta fungsi-fungsi yang sering digunakan. Dengan demikian, Anda dapat melakukan pengembangan lebih lanjut berdasarkan tema tersebut, yang akan sangat meningkatkan efisiensi dan memastikan kualitas kode yang dihasilkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa konsekuensi jika terjadi kesalahan pada file functions.php?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code> Kesalahan sintaksis atau kesalahan fatal dalam file dapat menyebabkan situs WordPress mengalami \u201cWhite Screen of Death\u201d, yaitu kondisi di mana baik antarmuka pengelolaan frontend maupun backend tidak dapat diakses. Hal ini terjadi karena file tersebut dieksekusi pada tahap awal proses pengunduhan dan pemrosesan tema. Jika Anda mengalami masalah ini, Anda perlu menggunakan FTP atau alat pengelolaan file hosting untuk mengganti nama folder tema yang bermasalah, atau menggantinya dengan tema yang berfungsi dengan baik (misalnya Twenty Twenty-Six), agar situs dapat diakses kembali. Setelah itu, Anda dapat memperbaiki kode yang bermasalah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara membuat tema saya mendukung editor Gutenberg?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk membuat tema ini lebih mendukung editor blok Gutenberg, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code> Gunakan dalam bahasa Cina <code data-no-auto-translation=\"\">add_theme_support( \u2018editor-styles\u2019 )<\/code> Untuk mengaktifkan dukungan gaya editor. Kemudian, gunakan <code data-no-auto-translation=\"\">add_editor_style()<\/code> Fungsi tersebut mengintegrasikan file gaya tema Anda atau file CSS yang dikhususkan untuk editor ke dalam editor backend, sehingga gaya yang terlihat oleh pengguna saat mengedit sesuai dengan tampilan di frontend sebisa mungkin. Selain itu, Anda juga dapat menambahkan dukungan untuk fitur-fitur seperti penyesuaian alur teks (alignment), pengaturan warna, dan lainnya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan langkah-langkah awal dalam membuat tema WordPress pertama. Fokus utamanya adalah cara mempersiapkan lingkungan pengembangan lokal, membuat file style.css yang berisi header informasi tema, serta file template dasar bernama index.php. Konsep hierarki template di WordPress juga dijelaskan secara singkat, sebagai dasar untuk membangun tema yang lengkap di kemudian hari.<\/p>","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"tags":[1911,638,2196,2040,2144],"knowledge_category":[280],"class_list":["post-12378188","knowledge_post","type-knowledge_post","status-publish","hentry","tag-php-templates","tag-wordpress-theme-development","tag-theme-making-tutorial","tag-theme-file-structure","tag-local-development-environment","knowledge_category-wordpress"],"acf":{"site_seo_keywords":"WordPress\u4e3b\u9898\u5f00\u53d1,\u521b\u5efaWordPress\u4e3b\u9898,\u4e3b\u9898\u5236\u4f5c\u6559\u7a0b,style.css,index.php,\u6a21\u677f\u5c42\u7ea7,\u672c\u5730\u5f00\u53d1\u73af\u5883,\u4ece\u96f6\u5f00\u59cb\u5efa\u4e3b\u9898"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts\/12378188","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/knowledge_post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts\/12378188\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12405533,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts\/12378188\/revisions\/12405533"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12378188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12378188"},{"taxonomy":"knowledge_category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_category?post=12378188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}