{"id":12378462,"date":"2026-03-19T22:06:25","date_gmt":"2026-03-19T14:06:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.likacloud.com\/knowledge\/wordpress%e4%b8%bb%e9%a2%98%e5%bc%80%e5%8f%91%e5%85%a5%e9%97%a8%e6%8c%87%e5%8d%97%ef%bc%9a%e4%bb%8e%e9%9b%b6%e5%bc%80%e5%a7%8b%e6%9e%84%e5%bb%ba%e4%bd%a0%e7%9a%84%e7%ac%ac%e4%b8%80%e4%b8%aa%e5%ae%9a\/"},"modified":"2026-06-04T01:06:36","modified_gmt":"2026-06-03T17:06:36","slug":"wordpress-theme-development-beginners-guide-custom-theme-12378462","status":"publish","type":"knowledge_post","link":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/knowledge\/wordpress\/wordpress-theme-development-beginners-guide-custom-theme-12378462\/","title":{"rendered":"Panduan Pengantar Pengembangan Tema WordPress: Membangun Tema Kustom Pertama Anda Dari Nol"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Memulai dengan pengembangan tema WordPress berarti Anda tidak lagi terbatas pada penggunaan tema yang sudah ada, melainkan dapat membuat tampilan dan fitur situs web yang unik sesuai dengan kebutuhan tertentu. Panduan ini akan membimbing Anda melalui langkah-langkah penting dalam membuat tema kustom yang sederhana namun lengkap fungsinya, mulai dari persiapan lingkungan hingga pengorganisasian file template.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Struktur dasar dan file dari tema WordPress<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah tema WordPress yang paling sederhana hanya memerlukan dua file untuk dapat dikenali oleh sistem administrasi (backend). Memahami fungsi dari file-file inti ini merupakan langkah pertama dalam proses pengembangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">File yang mendefinisikan gaya tampilan dan informasi dari suatu topik (topic).<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">File pertama yang diperlukan adalah\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">style.css<\/code>Bukan hanya sebagai lembar gaya (style sheet) untuk tema tersebut, tetapi juga berfungsi sebagai \u201cberkas header informasi\u201d (information header file). Blok komentar di bagian atas berkas ini mendefinisikan metadata dari tema tersebut. Tanpa informasi ini, WordPress tidak akan dapat mengenali tema yang Anda gunakan.<\/p>\n<!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_START --><p>\u63a8\u8350\u9605\u8bfb <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/cs\/knowledge\/wordpress\/wordpress-theme-development-guide-from-beginner-to-pro\/\">Dari Pemula hingga Ahli: Panduan Lengkap Pengembangan Tema WordPress Tingkat Profesional<\/a>\u3002<\/p><!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_END -->\n\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code class=\"language-css\" data-no-auto-translation=\"\">\/*\nTheme Name: \u6211\u7684\u7b2c\u4e00\u4e2a\u4e3b\u9898\nTheme URI: https:\/\/example.com\/my-first-theme\nAuthor: \u4f60\u7684\u540d\u5b57\nAuthor URI: https:\/\/example.com\nDescription: \u8fd9\u662f\u4e00\u4e2a\u7528\u4e8e\u5b66\u4e60\u7684\u7b80\u5355\u5b9a\u5236WordPress\u4e3b\u9898\u3002\nVersion: 1.0\nLicense: GPL v2 or later\nText Domain: my-first-theme\n*\/<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bawah blok komentar, Anda dapat menambahkan aturan gaya (style rules) sebagaimana Anda menulis kode CSS biasa.<\/p>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_START -->\n\r\n<div class=\"flex justify-between items-center flex-col lg:flex-row xl:flex-col 2xl:flex-row gap-6 sm:gap-8 rounded-lg border border-gray-200 dark:border-gray-700 p-4 mb-8 lg:mb-10 sm:p-6 bg-white dark:bg-gray-750 shadow-md transition-colors duration-300\"\r\n     data-link=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/ultahost-wordpress-hosting\/\">\r\n     \r\n  <div class=\"flex flex-col gap-3 gap-4 sm:gap-6 w-full\">\r\n    <strong class=\"text-2xl font-semibold text-gray-900 dark:text-gray-200\">\r\n      UltaHost \u2013 Hosting untuk WordPress    <\/strong>\r\n    <div class=\"text-gray-600 dark:text-gray-300 word-word\">Jaminan pengembalian uang dalam 30 hari, bandwidth dan basis data yang tidak terbatas, perlindungan DDoS gratis, diskon 50% untuk pembelian selama 3 tahun (dari harga normal: 50%).<\/div>\r\n  <\/div>\r\n\r\n  <div class=\"flex items-center flex-col md:flex-row lg:flex-col xl:flex-row 2xl:flex-col gap-6 shrink-0\">\r\n          <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/ultahost-wordpress-hosting\/\">\r\n                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251227020448.webp\" alt=\"LOGO UltaHost.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 dark:hidden\" title=\"\">\r\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251229052118.webp\" alt=\"LOGO UltaHost.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 hidden dark:block\" title=\"\">\r\n              <\/a>\r\n    \r\n    <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/ultahost-wordpress-hosting\/\"\r\n       class=\"bg-blue-500 w-full md:w-auto lg:w-full xl:w-auto 2xl:w-full text-center !text-white dark:!text-gray-200 !px-5 !py-1.5 rounded-full hover:bg-blue-600 transition-colors\">\r\n       halaman akses    <\/a>\r\n  <\/div>\r\n<\/div>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_END -->\n\n\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Template for the core index of the topic<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">File kedua yang diperlukan adalah\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code>Ini adalah file template default untuk suatu tema. Ketika WordPress tidak menemukan template yang lebih spesifik (misalnya,<code data-no-auto-translation=\"\">single.php<\/code>\u6216<code data-no-auto-translation=\"\">page.php<\/code>Ketika hal tersebut terjadi, alat tersebut akan digunakan untuk merender halaman web. Contoh paling sederhana dari penggunaannya adalah\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code>Bisa hanya menggunakan siklus untuk memanggil artikel-artikel blog saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain kedua file tersebut, sebuah tema yang lengkap dan fungsional biasanya juga mencakup:<code data-no-auto-translation=\"\">header.php<\/code>(Header)<code data-no-auto-translation=\"\">footer.php<\/code>(Footer)<code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code>(Fungsi-fungsi tersebut)<code data-no-auto-translation=\"\">single.php<\/code>(Artikel halaman) dan<code data-no-auto-translation=\"\">page.php<\/code>(Page) Dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Membangun lingkungan pengembangan lokal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum memulai proses pengkodean, sangat penting untuk membuat lingkungan pengembangan lokal. Hal ini memungkinkan Anda melakukan pengujian dan debugging tanpa mempengaruhi situs web yang berjalan di internet.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menggunakan perangkat lunak server lokal<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disarankan untuk menggunakan paket perangkat lunak server lokal yang terintegrasi, seperti Local by Flywheel, XAMPP, atau MAMP. Alat-alat ini memungkinkan instalasi Apache\/Nginx, PHP, dan MySQL dengan satu klik saja, serta menyediakan antarmuka pengelolaan yang mudah digunakan. Sebagai contoh, Local by Flywheel dirancang khusus untuk WordPress, sehingga memungkinkan pembuatan situs web dengan cepat dan konfigurasi sertifikat SSL yang mudah.<\/p>\n<!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_START --><p>\u63a8\u8350\u9605\u8bfb <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/cs\/knowledge\/wordpress\/wordpress-plugin-development-complete-guide-from-scratch-12378011\/\">Panduan Lengkap Pengembangan Plugin WordPress: Membangun Ekstensi Profesional Dari Nol<\/a>\u3002<\/p><!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_END -->\n\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menginstal WordPress dan editor kode<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam lingkungan server lokal, unduh paket instalasi WordPress terbaru, lalu lakukan instalasi sesuai petunjuk yang diberikan. Selain itu, Anda memerlukan editor kode yang efisien. Visual Studio Code merupakan pilihan yang sangat baik, karena memiliki berbagai ekstensi seperti PHP Intelephense (pemberitahuan cerdas tentang kode), WordPress Snippet (potongan kode yang dapat digunakan kembali), dan Live Server (fitur pratinjau langsung), yang dapat sangat meningkatkan efisiensi pengembangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Letakkan folder tema Anda (misalnya, bernama \u201cmy-first-theme\u201d) di dalam direktori instalasi WordPress.<code data-no-auto-translation=\"\">\/wp-content\/themes\/<\/code>Di dalamnya, masukkan\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">style.css<\/code>\u548c<code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code>Anda dapat melihat dan mengaktifkannya di bagian \u201cTampilan\u201d -&gt; \u201cTema\u201d di panel administrasi WordPress (WordPress backend).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Membangun file template inti untuk tema<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Topik tersebut mengorganisir logika tampilan berbagai halaman melalui serangkaian berkas template. Memahami struktur hierarki template merupakan kunci dalam membangun sebuah topik (theme).<\/p>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_START -->\n\r\n<div class=\"flex justify-between items-center flex-col lg:flex-row xl:flex-col 2xl:flex-row gap-6 sm:gap-8 rounded-lg border border-gray-200 dark:border-gray-700 p-4 mb-8 lg:mb-10 sm:p-6 bg-white dark:bg-gray-750 shadow-md transition-colors duration-300\"\r\n     data-link=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/hosting-shared-hosting\/\">\r\n     \r\n  <div class=\"flex flex-col gap-3 gap-4 sm:gap-6 w-full\">\r\n    <strong class=\"text-2xl font-semibold text-gray-900 dark:text-gray-200\">\r\n      hosting.com hosting bersama    <\/strong>\r\n    <div class=\"text-gray-600 dark:text-gray-300 word-word\">Kinerja tinggi, dilengkapi dengan CPU AMD EPYC, penyimpanan SSD NVMe, dan LiteSpeed, dukungan internal ahli 24 jam sehari, langkah-langkah keamanan canggih termasuk SSL, brute force, malware, dan perlindungan DDoS, menghemat hingga 731 TB\/bulan.<\/div>\r\n  <\/div>\r\n\r\n  <div class=\"flex items-center flex-col md:flex-row lg:flex-col xl:flex-row 2xl:flex-col gap-6 shrink-0\">\r\n          <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/hosting-shared-hosting\/\">\r\n                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/20250901222940.svg\" alt=\"LOGO hosting.com\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 dark:hidden\" title=\"\">\r\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251228220957.webp\" alt=\"LOGO hosting.com\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 hidden dark:block\" title=\"\">\r\n              <\/a>\r\n    \r\n    <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/hosting-shared-hosting\/\"\r\n       class=\"bg-blue-500 w-full md:w-auto lg:w-full xl:w-auto 2xl:w-full text-center !text-white dark:!text-gray-200 !px-5 !py-1.5 rounded-full hover:bg-blue-600 transition-colors\">\r\n       halaman akses    <\/a>\r\n  <\/div>\r\n<\/div>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_END -->\n\n\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Membuat template untuk header dan footer<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya, kita memisahkan konten bagian atas (header) dan bagian bawah (footer) dari sebuah situs web ke dalam file-file yang terpisah, agar dapat digunakan kembali (dipakai lagi).<code data-no-auto-translation=\"\">header.php<\/code>File tersebut harus berisi header dokumen HTML.<code data-no-auto-translation=\"\"><\/code>Area (panggilan)<code data-no-auto-translation=\"\">wp_head()<\/code>Fungsi-fungsi tersebut, serta bagian umum yang terletak di bagian atas situs web (seperti Logo dan menu navigasi).<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code class=\"language-php\" data-no-auto-translation=\"\">&lt;!DOCTYPE html&gt;\n&lt;html no numeric noise key 1005&gt;\n&lt;head&gt;\n    &lt;meta charset=&quot;&lt;?php bloginfo( &#039;charset&#039; ); ?&gt;&quot;&gt;\n    &lt;meta name=&quot;viewport&quot; content=&quot;width=device-width, initial-scale=1&quot;&gt;\n    &lt;?php wp_head(); ?&gt;\n&lt;\/head&gt;\n&lt;body no numeric noise key 1002&gt;\n    &lt;header id=&quot;masthead&quot;&gt;\n        &lt;h1&gt;&lt;a href=&quot;\/id\/&lt;\/?php echo esc_url( home_url( &#039;\/&#039; ) ); ?&gt;&quot;&gt;&lt;?php bloginfo( &#039;name&#039; ); ?&gt;&lt;\/a&gt;&lt;\/h1&gt;\n    &lt;\/header&gt;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian pula, untuk membuatnya\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">footer.php<\/code>Memuat konten bagian kaki (footer) dan memanggilnya\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">wp_footer()<\/code>Fungsi. Lalu\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code>Di dalamnya, digunakan\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">get_header()<\/code>\u548c<code data-no-auto-translation=\"\">get_footer()<\/code>Gunakan fungsi untuk mengimpor (mengunduh) mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengimplementasikan siklus artikel dan penampilan konten<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inti dari WordPress adalah \u201cThe Loop\u201d (Siklus Pengulangan), yang berfungsi untuk memeriksa apakah ada artikel, dan jika ada artikel, maka setiap artikel akan diproses secara berurutan.<code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code>Di dalamnya, struktur perulangan dasar adalah sebagai berikut:<\/p>\n<!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_START --><p>\u63a8\u8350\u9605\u8bfb <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/cs\/knowledge\/wordpress\/how-to-develop-a-custom-wordpress-theme-from-beginner-to-expert-guide\/\">Cara Mengembangkan Tema WordPress yang Dikustomisasi: Panduan Dari Pemula Hingga Ahli<\/a>\u3002<\/p><!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_END -->\n\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code class=\"language-php\" data-no-auto-translation=\"\">&lt;?php\nif ( have_posts() ) :\n    while ( have_posts() ) : the_post(); ?&gt;\n        &lt;article id=&quot;post-&lt;?php the_ID(); ?&gt;&quot;&gt;\n            &lt;h2&gt;&lt;a href=&quot;\/id\/&lt;\/?php the_permalink(); ?&gt;&quot;&gt;&lt;?php the_title(); ?&gt;&lt;\/a&gt;&lt;\/h2&gt;\n            &lt;div class=&quot;entry-content&quot;&gt;\n                &lt;?php the_excerpt(); ?&gt;\n            &lt;\/div&gt;\n        &lt;\/article&gt;\n    &amp;lt;?php endwhile;\nelse :\n    echo &amp;#039;&lt;p&gt;\u6682\u65e0\u6587\u7ae0\u3002&lt;\/p&gt;&#039;;\nendif;\n?&amp;gt;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sini digunakan\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">the_title()<\/code>\u3001<code data-no-auto-translation=\"\">the_permalink()<\/code>\u548c<code data-no-auto-translation=\"\">the_excerpt()<\/code>Gunakan tag template untuk menampilkan informasi artikel.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Meningkatkan tema dengan menggunakan file fungsi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code>File merupakan \u201cpusat kendali\u201d untuk topik Anda; berfungsi untuk menambahkan fitur, mendaftarkan menu, serta menyisipkan elemen sidebar, bersama dengan file gaya (style sheet) dan skrip (script).<\/p>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_START -->\n\r\n<div class=\"flex justify-between items-center flex-col lg:flex-row xl:flex-col 2xl:flex-row gap-6 sm:gap-8 rounded-lg border border-gray-200 dark:border-gray-700 p-4 mb-8 lg:mb-10 sm:p-6 bg-white dark:bg-gray-750 shadow-md transition-colors duration-300\"\r\n     data-link=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/interserver-webhosting\/\">\r\n     \r\n  <div class=\"flex flex-col gap-3 gap-4 sm:gap-6 w-full\">\r\n    <strong class=\"text-2xl font-semibold text-gray-900 dark:text-gray-200\">\r\n      Hosting bersama InterServer.    <\/strong>\r\n    <div class=\"text-gray-600 dark:text-gray-300 word-word\">Hosting bersama seharga $2,50 USD per bulan, diskon $0,1 USD untuk bulan pertama dengan kode promo tryinterserver, serta 461 skrip aplikasi cloud yang dapat diinstal dengan sekali klik.<\/div>\r\n  <\/div>\r\n\r\n  <div class=\"flex items-center flex-col md:flex-row lg:flex-col xl:flex-row 2xl:flex-col gap-6 shrink-0\">\r\n          <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/interserver-webhosting\/\">\r\n                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251228045033.svg\" alt=\"Logo InterServer.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 dark:hidden\" title=\"\">\r\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251229054830.webp\" alt=\"Logo InterServer.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 hidden dark:block\" title=\"\">\r\n              <\/a>\r\n    \r\n    <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/interserver-webhosting\/\"\r\n       class=\"bg-blue-500 w-full md:w-auto lg:w-full xl:w-auto 2xl:w-full text-center !text-white dark:!text-gray-200 !px-5 !py-1.5 rounded-full hover:bg-blue-600 transition-colors\">\r\n       halaman akses    <\/a>\r\n  <\/div>\r\n<\/div>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_END -->\n\n\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mendaftarkan menu navigasi dan sidebar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk membuat tema tersebut mendukung manajemen menu visual di backend, Anda perlu\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code>Daftar lokasi restoran di sini. Gunakan fitur ini untuk menemukan restoran yang Anda cari.<code data-no-auto-translation=\"\">register_nav_menus()<\/code>Fungsi tersebut digunakan untuk menyelesaikan tugas tertentu.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code class=\"language-php\" data-no-auto-translation=\"\">function my_first_theme_setup() {\n    register_nav_menus( array(\n        &#039;primary&#039; =&gt; __( &#039;\u4e3b\u5bfc\u822a\u83dc\u5355&#039;, &#039;my-first-theme&#039; ),\n    ) );\n}\nadd_action( &#039;after_setup_theme&#039;, &#039;my_first_theme_setup&#039; );<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu, Anda dapat menggunakan file template (seperti\u2026)<code data-no-auto-translation=\"\">header.php<\/code>Digunakan dalam (\u2026)<code data-no-auto-translation=\"\">wp_nav_menu( array( 'theme_location' =&gt; 'primary' ) )<\/code>Untuk menampilkan menu ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengintegrasikan gaya (styles) dan skrip (scripts) dengan benar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan pernah langsung melakukannya.<code data-no-auto-translation=\"\">&lt;link&gt;<\/code>\u6216<code data-no-auto-translation=\"\">&lt;script&gt;<\/code>Sumber daya yang dikodekan secara keras dalam tag (hard-coded resources in tags) sebaiknya tidak digunakan.<code data-no-auto-translation=\"\">wp_enqueue_style()<\/code>\u548c<code data-no-auto-translation=\"\">wp_enqueue_script()<\/code>Fungsi tersebut, lalu di-mount (dipasang) ke\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">wp_enqueue_scripts<\/code>Di kait ini\u2026 Hal ini memastikan bahwa hubungan ketergantungan (dependency relationships) berjalan dengan benar dan mencegah pengunduhan yang berulang-ulang.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code class=\"language-php\" data-no-auto-translation=\"\">function my_first_theme_scripts() {\n    \/\/ \u5f15\u5165\u4e3b\u9898\u7684\u4e3b\u6837\u5f0f\u8868\n    wp_enqueue_style( &#039;main-style&#039;, get_stylesheet_uri() );\n    \/\/ \u5f15\u5165\u81ea\u5b9a\u4e49\u7684JavaScript\u6587\u4ef6\n    wp_enqueue_script( &#039;custom-js&#039;, get_template_directory_uri() . &#039;\/js\/script.js&#039;, array(), false, true );\n}\nadd_action( &#039;wp_enqueue_scripts&#039;, &#039;my_first_theme_scripts&#039; );<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menyimpulkan.<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari pembuatan dokumen yang berisi header informasi dasar\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">style.css<\/code>Dan perulangan dasar (basic loops).<code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code>Mulai saja; Anda telah mengambil langkah pertama dalam pengembangan tema WordPress. Dengan membagi komponen halaman header dan footer, membuat file template inti, dan\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code>Dengan menambahkan fitur dan sumber daya secara terstruktur, Anda dapat perlahan-lahan membangun sebuah tema kustom yang memiliki struktur yang jelas dan mudah dikelola. Ingatlah bahwa pengembangan tema adalah proses yang bersifat iteratif: mulailah dengan memenuhi kebutuhan fitur dasar, lalu teruslah memperluas dan menyempurnakannya sesuai dengan kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ - Pertanyaan yang Sering Diajukan.<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah untuk membuat tema WordPress, seseorang harus menguasai PHP?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, PHP merupakan bahasa pemrograman inti dari WordPress. Untuk mengembangkan tema dengan lebih mendalam, sangat penting untuk memahami dasar-dasar sintaks PHP, fungsi inti WordPress (tag template), serta mekanisme Hook dan Loop-nya. Meskipun Anda dapat memulai dengan mengubah kode CSS dan template sederhana dari tema yang sudah ada, fitur-fitur kustomisasi tidak dapat dicapai tanpa menggunakan PHP.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bisakah saya menguji tema tersebut tanpa perlu mengubah kode?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disarankan dengan kuat untuk melakukan pengembangan dan pengujian tema di lingkungan pengembangan lokal atau di lingkungan sementara\/test situs web online. Jangan pernah langsung mengembangkan tema baru atau melakukan modifikasi besar-besaran di situs web yang sudah beroperasi secara resmi, karena hal tersebut dapat menyebabkan gangguan fungsi sementara atau tampilan yang tidak sesuai di situs web tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengapa efek dari tema yang saya aktifkan tidak terlihat di bagian belakang (backend)?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Silakan periksa terlebih dahulu apakah folder tema telah diletakkan di tempat yang benar.<code data-no-auto-translation=\"\">\/wp-content\/themes\/<\/code>Di dalam direktori tersebut. Kemudian, pastikan.<code data-no-auto-translation=\"\">style.css<\/code>Apakah format blok komentar informasi tema di bagian atas file tersebut benar? Kesalahan ejaan atau ketiadaan tanda koma dapat menyebabkan kegagalan dalam proses pengenalan (identifikasi). Akhirnya, pastikan hal tersebut sudah diperiksa dengan cermat.<code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code>File tersebut sudah ada.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara membuat tata letak (layout) yang berbeda untuk jenis halaman yang berbeda?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WordPress mengikuti seperangkat aturan hierarki template. Misalnya, untuk membuat tata letak yang unik untuk halaman artikel blog tertentu, Anda dapat membuat\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">single.php<\/code>File: Untuk membuat tata letak (layout) untuk halaman statis, silakan buat file tersebut.<code data-no-auto-translation=\"\">page.php<\/code>Ketika halaman yang bersangkutan diakses, WordPress akan secara otomatis lebih memilih untuk menggunakan file template yang lebih spesifik tersebut, daripada template default.<code data-no-auto-translation=\"\">index.php<\/code>\u3002<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan langkah-langkah utama dalam mengembangkan tema khusus untuk WordPress dari nol. Isinya mencakup struktur dasar tema (seperti file style.css dan index.php yang diperlukan), cara membangun lingkungan pengembangan lokal, serta cara membuat file template penting seperti header dan footer, sehingga memberikan panduan yang jelas bagi pemula.<\/p>","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"tags":[638,436,2234,3278,379],"knowledge_category":[280],"class_list":["post-12378462","knowledge_post","type-knowledge_post","status-publish","hentry","tag-wordpress-theme-development","tag-wordpress-tutorial","tag-2234","tag-on-premises-deployment","tag-web-development","knowledge_category-wordpress"],"acf":{"site_seo_keywords":"WordPress\u4e3b\u9898\u5f00\u53d1,\u5b9a\u5236\u4e3b\u9898\u6559\u7a0b,\u4e3b\u9898\u6587\u4ef6\u7ed3\u6784,style.css,index.php,\u672c\u5730\u5f00\u53d1\u73af\u5883,\u6a21\u677f\u6587\u4ef6\u6784\u5efa,WordPress\u4e3b\u9898\u5165\u95e8"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts\/12378462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/knowledge_post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts\/12378462\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12404951,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts\/12378462\/revisions\/12404951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12378462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12378462"},{"taxonomy":"knowledge_category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_category?post=12378462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}