{"id":12398366,"date":"2026-05-16T23:53:03","date_gmt":"2026-05-16T15:53:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.likacloud.com\/knowledge\/%e6%8f%90%e5%8d%87wordpress%e7%bd%91%e7%ab%99%e6%80%a7%e8%83%bd%e7%9a%8410%e4%b8%aa%e5%ae%9e%e7%94%a8%e6%8a%80%e5%b7%a7%e4%b8%8e%e6%9c%80%e4%bd%b3%e5%ae%9e%e8%b7%b5%e6%8c%87%e5%8d%97\/"},"modified":"2026-06-03T18:27:25","modified_gmt":"2026-06-03T10:27:25","slug":"wordpress-performance-optimization-tips-guide-2026","status":"publish","type":"knowledge_post","link":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/knowledge\/wordpress\/wordpress-performance-optimization-tips-guide-2026\/","title":{"rendered":"10 Tips Praktis dan Panduan Praktik Terbaik untuk Meningkatkan Kinerja Situs Web WordPress"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\">Optimizing core settings and code<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah situs web WordPress yang cepat dimulai dari inti dasarnya. Dengan menyesuaikan pengaturan dan menyederhanakan kode, beban pada server serta waktu pemuatan halaman dapat dikurangi secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pilih layanan hosting yang tepat.<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Layanan hosting situs web merupakan dasar dari kinerja yang baik. Gunakanlah layanan hosting yang berkualitas.<code data-no-auto-translation=\"\">wp-config.php<\/code>File tersebut dapat diperbaiki dengan beberapa optimisasi dasar, tetapi yang lebih penting adalah memilih layanan hosting dengan kinerja yang tinggi, seperti layanan hosting yang dikhususkan untuk WordPress, VPS (Virtual Private Server), atau server cloud. Meskipun layanan hosting bersama (shared hosting) lebih murah, layanan ini cenderung mengalami kendala sumber daya saat lalu lintas meningkat, sehingga menyebabkan situs web menjadi lambat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengaktifkan mekanisme cache objek<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fungsi cache objek yang terintegrasi dalam WordPress dapat menyimpan hasil kueri database secara sementara. Ketika data yang sama diminta beberapa kali, WordPress dapat langsung membacanya dari cache, sehingga menghindari kueri berulang ke database. Anda dapat mengaktifkan cache objek yang bersifat permanen dengan menginstal plugin cache seperti Redis Object Cache, yang sangat efektif terutama untuk situs web dengan lalu lintas yang tinggi.<code data-no-auto-translation=\"\">wp-config.php<\/code>Menambahkan kode berikut ke dalam file dapat digunakan untuk mendefinisikan koneksi ke cache Redis:<\/p>\n<!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_START --><p>\u63a8\u8350\u9605\u8bfb <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/nl\/knowledge\/wordpress\/wordpress-optimization-tips-beginners-experts\/\">Panduan Ultimate untuk Mengoptimalkan WordPress: 20 Teknik Penting dari Pemula hingga Ahli.<\/a>\u3002<\/p><!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_END -->\n\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code data-no-auto-translation=\"\">define( &#039;WP_REDIS_HOST&#039;, &#039;127.0.0.1&#039; );\ndefine( &#039;WP_REDIS_PORT&#039;, 6379 );<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Membersihkan basis data dan merevisi versi.<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring berjalannya waktu, basis data WordPress akan menumpuk banyak data yang tidak perlu, seperti versi revisi artikel, draft, komentar yang tidak berguna, dan sebagainya. Data-data ini dapat memperlambat kecepatan pencarian dalam basis data. Untuk mengoptimalkan tabel basis data, gunakan plugin pembersih secara teratur atau jalankan perintah SQL secara manual. Selain itu, Anda juga dapat melakukan hal tersebut dengan\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">wp-config.php<\/code>Tambahkan ke dalam\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">WP_POST_REVISIONS<\/code>Konstanta digunakan untuk membatasi atau menonaktifkan versi revisi artikel:<\/p>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_START -->\n\r\n<div class=\"flex justify-between items-center flex-col lg:flex-row xl:flex-col 2xl:flex-row gap-6 sm:gap-8 rounded-lg border border-gray-200 dark:border-gray-700 p-4 mb-8 lg:mb-10 sm:p-6 bg-white dark:bg-gray-750 shadow-md transition-colors duration-300\"\r\n     data-link=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/ultahost-wordpress-hosting\/\">\r\n     \r\n  <div class=\"flex flex-col gap-3 gap-4 sm:gap-6 w-full\">\r\n    <strong class=\"text-2xl font-semibold text-gray-900 dark:text-gray-200\">\r\n      UltaHost \u2013 Hosting untuk WordPress    <\/strong>\r\n    <div class=\"text-gray-600 dark:text-gray-300 word-word\">Jaminan pengembalian uang dalam 30 hari, bandwidth dan basis data yang tidak terbatas, perlindungan DDoS gratis, diskon 50% untuk pembelian selama 3 tahun (dari harga normal: 50%).<\/div>\r\n  <\/div>\r\n\r\n  <div class=\"flex items-center flex-col md:flex-row lg:flex-col xl:flex-row 2xl:flex-col gap-6 shrink-0\">\r\n          <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/ultahost-wordpress-hosting\/\">\r\n                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251227020448.webp\" alt=\"LOGO UltaHost.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 dark:hidden\" title=\"\">\r\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251229052118.webp\" alt=\"LOGO UltaHost.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 hidden dark:block\" title=\"\">\r\n              <\/a>\r\n    \r\n    <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/ultahost-wordpress-hosting\/\"\r\n       class=\"bg-blue-500 w-full md:w-auto lg:w-full xl:w-auto 2xl:w-full text-center !text-white dark:!text-gray-200 !px-5 !py-1.5 rounded-full hover:bg-blue-600 transition-colors\">\r\n       halaman akses    <\/a>\r\n  <\/div>\r\n<\/div>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_END -->\n\n\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code data-no-auto-translation=\"\">define( &#039;WP_POST_REVISIONS&#039;, 3 ); \/\/ \u5c06\u4fee\u8ba2\u7248\u672c\u6570\u91cf\u9650\u5236\u4e3a3\u4e2a<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengonfigurasi strategi cache yang efisien<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Caching merupakan salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kecepatan WordPress. Dengan menyimpan salinan halaman web yang statis, caching mengurangi beban pada proses pembuatan halaman web yang bersifat dinamis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menggunakan plugin pengecepatan (cache) halaman web<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Plugin pengecepatan halaman (seperti WP Rocket, W3 Total Cache, atau WP Super Cache) dapat menghasilkan file HTML statis untuk situs web. Ketika pengguna mengakses situs tersebut, server langsung mengirimkan file-file statis tersebut, tanpa perlu menjalankan kode PHP atau melakukan kueri ke basis data setiap kali ada permintaan. Setelah menginstal dan mengonfigurasi plugin ini dengan benar, Anda akan merasakan peningkatan yang signifikan dalam waktu pengiriman konten (TTFB\/Tim To First Byte).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Browser Cache dan Header Expired<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengonfigurasi cache browser memungkinkan browser pengunjung untuk menyimpan sumber daya statis (seperti gambar, file CSS, file JavaScript) di lokal, sehingga tidak perlu diunduh ulang saat pengunjung mengakses situs tersebut kembali. Hal ini biasanya dapat dilakukan dengan mengatur pengaturan cache di direktori akar (root directory) situs web.<code data-no-auto-translation=\"\">.htaccess<\/code>Tambahkan aturan ke dalam file untuk mewujudkan hal tersebut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code data-no-auto-translation=\"\">&lt;IfModule mod_expires.c&gt;\nExpiresActive On\nExpiresByType image\/jpg &quot;access plus 1 year&quot;\nExpiresByType text\/css &quot;access plus 1 month&quot;\nExpiresByType application\/javascript &quot;access plus 1 month&quot;\n&lt;\/IfModule&gt;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengimplementasikan cache untuk kode operasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk kode PHP, Anda dapat menggunakan mekanisme cache berbasis kode operasi (seperti OPcache) untuk meningkatkan efisiensi eksekusi. OPcache menyimpan bytecode dari skrip PHP yang telah diproses sebelumnya di dalam memori, sehingga menghindari beban pengulangan proses pemuat dan kompilasi skrip setiap kali ada permintaan. Disarankan untuk mengaktifkan OPcache di server dan menyesuaikan konfigurasinya agar mendapatkan penggunaan memori yang optimal serta tingkat keberhasilan (hit rate) yang tinggi.<\/p>\n<!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_START --><p>\u63a8\u8350\u9605\u8bfb <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/nl\/knowledge\/wordpress\/optimize-wordpress-site-speed\/\">Mengapa perlu mengoptimalkan situs web WordPress?<\/a>\u3002<\/p><!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_END -->\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengoptimalkan gambar dan sumber daya statis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gambar yang tidak dioptimalkan biasanya menjadi \u201cpenyebab utama\u201d kebesaran ukuran situs web. Dengan mengelola media resources tersebut dengan baik, ukuran halaman dapat dikurangi secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengompresi dan menyesuaikan ukuran gambar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum mengunggah gambar, gunakan alat seperti TinyPNG atau ShortPixel untuk memampatkannya, atau gunakan plugin otomatis seperti Imagify atau EWWW Image Optimizer di WordPress untuk melakukan kompresi secara real-time. Pastikan juga untuk mengunggah gambar sesuai dengan ukuran tampilan yang sebenarnya, agar tidak menggunakan gambar yang terlalu besar di halaman web dan kemudian memperkecilnya menggunakan CSS.<code data-no-auto-translation=\"\">add_image_size()<\/code>Fungsi tersebut dapat membantu Anda menghasilkan berbagai ukuran thumbnail.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Memuat konten yang tidak penting secara terjadwal (delayed loading of non-critical content)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi Lazy Load memungkinkan gambar, video, atau iframe di halaman untuk hanya diunduh ketika bagian tersebut sudah mendekati area yang ditampilkan (viewport). Hal ini secara signifikan mengurangi jumlah data yang diperlukan untuk memuat halaman awal. Banyak tema dan plugin cache modern sudah memiliki fitur ini secara bawaan, namun Anda juga dapat menggunakan plugin khusus seperti \u201cLazy Load by WP Rocket\u201d untuk mengimplementasikannya.<\/p>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_START -->\n\r\n<div class=\"flex justify-between items-center flex-col lg:flex-row xl:flex-col 2xl:flex-row gap-6 sm:gap-8 rounded-lg border border-gray-200 dark:border-gray-700 p-4 mb-8 lg:mb-10 sm:p-6 bg-white dark:bg-gray-750 shadow-md transition-colors duration-300\"\r\n     data-link=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/hosting-shared-hosting\/\">\r\n     \r\n  <div class=\"flex flex-col gap-3 gap-4 sm:gap-6 w-full\">\r\n    <strong class=\"text-2xl font-semibold text-gray-900 dark:text-gray-200\">\r\n      hosting.com hosting bersama    <\/strong>\r\n    <div class=\"text-gray-600 dark:text-gray-300 word-word\">Kinerja tinggi, dilengkapi dengan CPU AMD EPYC, penyimpanan SSD NVMe, dan LiteSpeed, dukungan internal ahli 24 jam sehari, langkah-langkah keamanan canggih termasuk SSL, brute force, malware, dan perlindungan DDoS, menghemat hingga 731 TB\/bulan.<\/div>\r\n  <\/div>\r\n\r\n  <div class=\"flex items-center flex-col md:flex-row lg:flex-col xl:flex-row 2xl:flex-col gap-6 shrink-0\">\r\n          <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/hosting-shared-hosting\/\">\r\n                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/20250901222940.svg\" alt=\"LOGO hosting.com\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 dark:hidden\" title=\"\">\r\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251228220957.webp\" alt=\"LOGO hosting.com\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 hidden dark:block\" title=\"\">\r\n              <\/a>\r\n    \r\n    <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/hosting-shared-hosting\/\"\r\n       class=\"bg-blue-500 w-full md:w-auto lg:w-full xl:w-auto 2xl:w-full text-center !text-white dark:!text-gray-200 !px-5 !py-1.5 rounded-full hover:bg-blue-600 transition-colors\">\r\n       halaman akses    <\/a>\r\n  <\/div>\r\n<\/div>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_END -->\n\n\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menggabungkan dan meminimalkan file CSS\/JS<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengurangi jumlah permintaan HTTP merupakan aturan emas untuk mengoptimalkan kinerja. Dengan menggabungkan beberapa file CSS dan JavaScript, serta menghapus karakter kosong dan komentar yang tidak diperlukan (dengan melakukan proses \u201cminimisasi\u201d), jumlah permintaan dan ukuran file dapat dikurangi secara signifikan. Plugin cache umumnya menyediakan fitur ini. Saat melakukan optimisasi secara manual, Anda dapat menggunakan alat pembangun seperti Webpack, namun perlu memperhatikan urutan penggabungan file tersebut agar tidak merusak ketergantungan antar-skrip.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menggunakan CDN (Content Delivery Network) dan layanan eksternal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jaringan Distribusi Konten (Content Distribution Network\/CDN) dan layanan eksternal khusus dapat membantu meredistribusikan beban kerja dari server utama Anda, sehingga mempercepat akses pengguna di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengimplementasikan layanan CDN (Content Delivery Network) secara global<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDN (Content Delivery Network) menyimpan sumber daya statis Anda (gambar, CSS, JS) di server-server edge yang tersebar di berbagai lokasi di seluruh dunia, sehingga pengguna dapat mengakses data dari node yang paling dekat secara geografis. Hal ini secara signifikan mengurangi waktu tunggu (latency) saat pengguna mengakses situs web Anda. Layanan CDN yang umum digunakan, seperti Cloudflare dan KeyCDN, menawarkan solusi yang mudah diintegrasikan dengan WordPress. Setelah konfigurasi selesai, URL untuk sumber daya statis Anda biasanya akan berubah menjadi domain name dari layanan CDN tersebut.<\/p>\n<!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_START --><p>\u63a8\u8350\u9605\u8bfb <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/nl\/knowledge\/wordpress\/wordpress-performance-optimization-tips-guide-%e7%9f%a5%e8%af%86\/\">10 Tips dan Panduan Praktis untuk Mengoptimalkan Kinerja Situs Web WordPress<\/a>\u3002<\/p><!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_END -->\n\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengelola video dan file berukuran besar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hindari mengunggah file video berukuran besar langsung ke media library WordPress, karena hal ini dapat dengan cepat menghabiskan bandwidth dan ruang penyimpanan server. Sebaiknya gunakan platform video profesional seperti YouTube atau Vimeo untuk menghosting file video tersebut, lalu masukkan kode embed ke dalam situs web Anda untuk menampilkan file video tersebut. Untuk file PDF atau file lain yang berukuran besar, Anda juga dapat mempertimbangkan menggunakan layanan seperti Amazon S3 atau Google Cloud Storage.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menggunakan layanan font eksternal<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menggunakan font kustom (terutama Google Fonts) akan menambahkan permintaan HTTP tambahan dan dapat menyebabkan penundaan proses rendering (pemutaran konten). Cara untuk mengoptimalkannya adalah dengan menggunakan stack font sistem sebagai cadangan, atau mempertimbangkan untuk menghosting file font secara lokal. Jika harus menggunakan layanan eksternal, pastikan untuk terlebih dahulu menghubungkan (menghubungkan secara dinamis) sumber font melalui tag tertentu, dan gunakan metode yang tepat untuk memastikan proses rendering berjalan lebih lancar.<code data-no-auto-translation=\"\">font-display: swap;<\/code>Properti tersebut digunakan untuk menghindari masalah ketidakterlihatan teks (FOIT \u2013 \u201cFont Out of Intent\u201d).<\/p>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_START -->\n\r\n<div class=\"flex justify-between items-center flex-col lg:flex-row xl:flex-col 2xl:flex-row gap-6 sm:gap-8 rounded-lg border border-gray-200 dark:border-gray-700 p-4 mb-8 lg:mb-10 sm:p-6 bg-white dark:bg-gray-750 shadow-md transition-colors duration-300\"\r\n     data-link=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/interserver-webhosting\/\">\r\n     \r\n  <div class=\"flex flex-col gap-3 gap-4 sm:gap-6 w-full\">\r\n    <strong class=\"text-2xl font-semibold text-gray-900 dark:text-gray-200\">\r\n      Hosting bersama InterServer.    <\/strong>\r\n    <div class=\"text-gray-600 dark:text-gray-300 word-word\">Hosting bersama seharga $2,50 USD per bulan, diskon $0,1 USD untuk bulan pertama dengan kode promo tryinterserver, serta 461 skrip aplikasi cloud yang dapat diinstal dengan sekali klik.<\/div>\r\n  <\/div>\r\n\r\n  <div class=\"flex items-center flex-col md:flex-row lg:flex-col xl:flex-row 2xl:flex-col gap-6 shrink-0\">\r\n          <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/interserver-webhosting\/\">\r\n                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251228045033.svg\" alt=\"Logo InterServer.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 dark:hidden\" title=\"\">\r\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251229054830.webp\" alt=\"Logo InterServer.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 hidden dark:block\" title=\"\">\r\n              <\/a>\r\n    \r\n    <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/interserver-webhosting\/\"\r\n       class=\"bg-blue-500 w-full md:w-auto lg:w-full xl:w-auto 2xl:w-full text-center !text-white dark:!text-gray-200 !px-5 !py-1.5 rounded-full hover:bg-blue-600 transition-colors\">\r\n       halaman akses    <\/a>\r\n  <\/div>\r\n<\/div>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_END -->\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menyimpulkan.<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meningkatkan kinerja situs web WordPress merupakan sebuah proses yang sistematis, yang melibatkan server, kode, sumber daya, dan strategi pengiriman (delivery strategy). Mulai dari memilih host dengan kinerja tinggi, mengaktifkan berbagai tingkatan cache, hingga mengoptimalkan setiap gambar dan file skrip, setiap langkah tersebut dapat berdampak positif pada kecepatan situs web. Kuncinya adalah melakukan pemantauan terus-menerus (menggunakan alat seperti GTmetrix, PageSpeed Insights) dan melakukan pengoptimalan secara berulang-ulang, karena pembaruan konten dan teknologi dapat menimbulkan hambatan baru terhadap kinerja situs. Dengan mengikuti sepuluh tips dan praktik terbaik di atas, Anda akan dapat membangun situs WordPress yang cepat, lancar, dan memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ - Pertanyaan yang Sering Diajukan.<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa yang harus dilakukan jika konten situs web tidak diperbarui setelah cache diaktifkan?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini merupakan fenomena umum dalam mekanisme caching. Sebagian besar plugin caching menyediakan opsi untuk \u201cmenghapus cache\u201d atau \u201cmemperbarui cache\u201d, yang dapat Anda lakukan secara manual setelah memperbarui artikel, halaman, atau tema. Beberapa plugin tingkat lanjut juga mendukung pengaturan untuk secara otomatis menghapus cache dari halaman tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara menguji kecepatan situs web WordPress saya?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disarankan untuk menggunakan beberapa alat bersama-sama untuk melakukan pengujian yang komprehensif. Google PageSpeed Insights menyediakan indikator dan saran terkait pengalaman pengguna (user experience); GTmetrix memberikan gambaran terperinci mengenai proses pengunduhan halaman web (loading waterfall chart) serta skor kinerja; sementara Pingdom Tools memungkinkan pengujian kecepatan pengunduhan dari berbagai lokasi di seluruh dunia. Melakukan pengujian secara berkala dapat membantu mengidentifikasi masalah yang terkait dengan penurunan kinerja situs web.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Meskipun situs web telah dioptimalkan, kecepatannya masih terasa lambat. Apa yang mungkin menjadi penyebabnya?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kecepatan masih tidak memuaskan setelah melakukan optimisasi dasar, diperlukan pemeriksaan yang lebih mendalam. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain: sumber daya server yang sangat terbatas (CPU, memori, I\/O); adanya kode yang tidak efisien atau konflik dalam suatu plugin; tabel basis data yang terlalu besar atau belum dioptimalkan; atau tema yang mengandung terlalu banyak fitur dan skrip yang tidak digunakan. Disarankan untuk menggunakan plugin pemantauan kueri (seperti Query Monitor) untuk mengidentifikasi kueri yang berjalan lambat, lalu menonaktifkan plugin tersebut satu per satu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah semua gambar harus dikompresi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, pada prinsipnya semua gambar yang digunakan untuk halaman web sebaiknya dikompresi. Alat kompresi dapat mengurangi ukuran file secara signifikan tanpa mengurangi kualitas yang terlihat oleh mata. Untuk gambar latar belakang atau ikon dekoratif, tingkat kompresi yang lebih tinggi dapat diterima. Namun, untuk gambar produk yang penting atau karya fotografi, pilihlah mode kompresi yang tidak merusak kualitas (lossless) atau mode kompresi dengan kerusakan minimal agar detailnya tetap terjaga.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini memperkenalkan 10 tips praktis untuk meningkatkan kinerja situs web WordPress, antara lain memilih layanan hosting berkinerja tinggi, mengaktifkan cache objek Redis, membersihkan basis data, mengonfigurasi cache halaman dan cache browser, mengimplementasikan OPcache, memampatkan gambar, menunda proses pengunduhan (loading), serta menggabungkan dan meminimalkan file CSS\/JS, sehingga situs web dapat dimuat lebih cepat.<\/p>","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"tags":[400,503,424,435,421],"knowledge_category":[280],"class_list":["post-12398366","knowledge_post","type-knowledge_post","status-publish","hentry","tag-wordpress-optimization","tag-managed-services","tag-database-cleanup","tag-caching-techniques","tag-website-performance","knowledge_category-wordpress"],"acf":{"site_seo_keywords":"WordPress\u6027\u80fd\u4f18\u5316,\u7f51\u7ad9\u901f\u5ea6\u63d0\u5347,\u5bf9\u8c61\u7f13\u5b58,\u9875\u9762\u7f13\u5b58\u63d2\u4ef6,\u56fe\u7247\u538b\u7f29,\u6570\u636e\u5e93\u4f18\u5316,\u4ee3\u7801\u7cbe\u7b80,\u6700\u4f73\u5b9e\u8df5"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts\/12398366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/knowledge_post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts\/12398366\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12403420,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts\/12398366\/revisions\/12403420"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12398366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12398366"},{"taxonomy":"knowledge_category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_category?post=12398366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}