{"id":12401216,"date":"2026-05-27T06:46:49","date_gmt":"2026-05-26T22:46:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.likacloud.com\/knowledge\/%e4%bb%80%e4%b9%88%e6%98%af-wordpress-%e5%ad%90%e4%b8%bb%e9%a2%98\/"},"modified":"2026-06-03T22:35:38","modified_gmt":"2026-06-03T14:35:38","slug":"wordpress-child-theme-guide","status":"publish","type":"knowledge_post","link":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/knowledge\/wordpress\/wordpress-child-theme-guide\/","title":{"rendered":"Apa itu Subtheme WordPress?"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum lebih lanjut membuat metode (function) tertentu, kita perlu memahami apa itu subtema (subtheme) terlebih dahulu. Subtema WordPress merupakan tema khusus yang bergantung pada tema lainnya, yang disebut \u201ctema induk\u201d (parent theme). Subtema ini mewarisi semua fitur, gaya, dan file template dari tema induk, tetapi memungkinkan Anda untuk mengubahnya, menambahkan fitur baru, atau mengganti tampilan tema induk secara aman, tanpa mempengaruhi file inti dari tema induk tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keunggulan besar dari metode ini adalah ketika tema induk diperbarui, modifikasi khusus yang Anda lakukan pada tema anak tidak akan terhapus, sehingga stabilitas dan kemudahan pemeliharaan situs web terjamin. Ini merupakan salah satu praktik terbaik yang diikuti dalam pengembangan WordPress.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Langkah-langkah untuk membuat subtema (child theme) WordPress:<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membuat sebuah subtopik dasar sangat sederhana; Anda hanya perlu mengikuti beberapa langkah standar saja. Seluruh proses berfokus pada pembuatan direktori subtopik dan file-file penting yang diperlukan.<\/p>\n<!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_START --><p>\u63a8\u8350\u9605\u8bfb <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/yue\/knowledge\/wordpress\/wordpress-development-tutorial-theme-customization-performance-optimization\/\">WordPress Advanced Development Tutorial: A Comprehensive Guide from Theme Customization to Performance Optimization<\/a>\u3002<\/p><!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_END -->\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama-tama, Anda perlu mengakses file-file server dari situs web WordPress Anda, biasanya melalui klien FTP atau pengelola file dari host tersebut. Setelah itu, navigasikan ke direktori tempat WordPress diinstal. <code data-no-auto-translation=\"\">\/wp-content\/themes\/<\/code> folder.<\/p>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_START -->\n\r\n<div class=\"flex justify-between items-center flex-col lg:flex-row xl:flex-col 2xl:flex-row gap-6 sm:gap-8 rounded-lg border border-gray-200 dark:border-gray-700 p-4 mb-8 lg:mb-10 sm:p-6 bg-white dark:bg-gray-750 shadow-md transition-colors duration-300\"\r\n     data-link=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/ultahost-wordpress-hosting\/\">\r\n     \r\n  <div class=\"flex flex-col gap-3 gap-4 sm:gap-6 w-full\">\r\n    <strong class=\"text-2xl font-semibold text-gray-900 dark:text-gray-200\">\r\n      UltaHost \u2013 Hosting untuk WordPress    <\/strong>\r\n    <div class=\"text-gray-600 dark:text-gray-300 word-word\">Jaminan pengembalian uang dalam 30 hari, bandwidth dan basis data yang tidak terbatas, perlindungan DDoS gratis, diskon 50% untuk pembelian selama 3 tahun (dari harga normal: 50%).<\/div>\r\n  <\/div>\r\n\r\n  <div class=\"flex items-center flex-col md:flex-row lg:flex-col xl:flex-row 2xl:flex-col gap-6 shrink-0\">\r\n          <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/ultahost-wordpress-hosting\/\">\r\n                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251227020448.webp\" alt=\"LOGO UltaHost.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 dark:hidden\" title=\"\">\r\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251229052118.webp\" alt=\"LOGO UltaHost.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 hidden dark:block\" title=\"\">\r\n              <\/a>\r\n    \r\n    <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/ultahost-wordpress-hosting\/\"\r\n       class=\"bg-blue-500 w-full md:w-auto lg:w-full xl:w-auto 2xl:w-full text-center !text-white dark:!text-gray-200 !px-5 !py-1.5 rounded-full hover:bg-blue-600 transition-colors\">\r\n       halaman akses    <\/a>\r\n  <\/div>\r\n<\/div>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_END -->\n\n\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Membuat folder sub-topik dan file lembar gaya (style sheet)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam folder ini, buatlah sebuah direktori baru untuk subtopik baru Anda. Nama direktori sebaiknya mencerminkan hubungannya dengan topik induk. Misalnya, jika nama topik induknya adalah\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">twentytwentyfour<\/code>Direktori sub-topik Anda dapat diberi nama sebagai\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">twentytwentyfour-child<\/code>\u3002<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memasuki direktori yang baru dibuat ini, Anda perlu membuat file pertama dan juga yang paling penting dari sub-topik tersebut.<code data-no-auto-translation=\"\">style.css<\/code>File ini bukan hanya sebuah tabel gaya (style sheet), tetapi juga berisi metadata yang mendefinisikan sub-topik (sub-topics).<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code class=\"language-css\" data-no-auto-translation=\"\">\/*\nTheme Name:   Twenty Twenty-Four Child\nTheme URI:    https:\/\/example.com\/\nDescription:  Twenty Twenty-Four Child Theme\nAuthor:       Your Name\nAuthor URI:   https:\/\/example.com\/\nTemplate:     twentytwentyfour\nVersion:      1.0.0\nText Domain:  twentytwentyfour-child\n*\/\n\n\/* \u5728\u6b64\u5904\u6dfb\u52a0\u60a8\u7684\u81ea\u5b9a\u4e49CSS\u6837\u5f0f *\/<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penjelasan Poin Kunci:<br \/>\n*   <code data-no-auto-translation=\"\">Theme Name<\/code>Nama subtopik akan ditampilkan di panel administrasi WordPress.<br \/>\n*   <code data-no-auto-translation=\"\">Template<\/code>Ini adalah baris yang paling penting. Nilainya harus sama persis dengan nama direktori tema induk (dengan memperhatikan perbedaan huruf besar dan kecil). WordPress menggunakan bidang ini untuk mengenali tema induk.<br \/>\n*   <code data-no-auto-translation=\"\">Text Domain<\/code>Digunakan untuk keperluan internasionalisasi (penyesuaian konten agar dapat ditampilkan dalam berbagai bahasa), dan biasanya sesuai dengan nama direktori sub-topik (sub-topic directories).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Buat file bernama functions.php.<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, buatlah file kedua yang diperlukan di dalam direktori sub-topik.<code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code>\u2026dan dengan tema induknya\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code> Berbeda; file dengan sub-topik ini tidak akan ditimpa, melainkan akan dijalankan bersamaan dengan file dengan nama yang sama di dalam tema induk (tema induk akan dieksekusi terlebih dahulu).<\/p>\n<!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_START --><p>\u63a8\u8350\u9605\u8bfb <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/yue\/knowledge\/wordpress\/wordpress-best-practices-and-efficient-development-guide\/\">Menjelajahi Praktik Terbaik WordPress dan Panduan Pengembangan yang Efisien<\/a>\u3002<\/p><!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_END -->\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu fungsi utama dari berkas ini adalah untuk mengatur urutan penampilan (queueing) file gaya (style sheet) dari tema induk dengan benar. Ini merupakan cara implementasi yang standar.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\" data-no-auto-translation=\"\"><code class=\"language-php\" data-no-auto-translation=\"\">&lt;?php\nadd_action( &#039;wp_enqueue_scripts&#039;, &#039;my_child_theme_enqueue_styles&#039; );\nfunction my_child_theme_enqueue_styles() {\n    wp_enqueue_style(\n        &#039;parent-style&#039;,\n        get_template_directory_uri() . &#039;\/style.css&#039;\n    );\n    wp_enqueue_style(\n        &#039;child-style&#039;,\n        get_stylesheet_directory_uri() . &#039;\/style.css&#039;,\n        array( &#039;parent-style&#039; )\n    );\n}\n?&gt;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kode ini memastikan bahwa tabel gaya (stylesheet) dari tema induk (parent theme) diunduh terlebih dahulu, kemudian tabel gaya dari tema anak (child theme) diunduh setelahnya. Aturan-aturan yang terdapat dalam tabel gaya tema anak akan dapat menggantikan (mengoverwrite) aturan-aturan dari tema induk.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Aktifkan dan sesuaikan sub-topik (sub-topic) Anda.<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah menyelesaikan pembuatan kedua file tersebut, Anda dapat masuk ke panel administrasi WordPress. Kunjungi halaman \u201cTampilan\u201d (Appearance) -&gt; \u201cTema\u201d (Themes), dan Anda seharusnya dapat melihat subtema yang baru saja Anda buat. Klik tombol \u201cAktifkan\u201d (Enable) untuk mengaktifkannya.<\/p>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_START -->\n\r\n<div class=\"flex justify-between items-center flex-col lg:flex-row xl:flex-col 2xl:flex-row gap-6 sm:gap-8 rounded-lg border border-gray-200 dark:border-gray-700 p-4 mb-8 lg:mb-10 sm:p-6 bg-white dark:bg-gray-750 shadow-md transition-colors duration-300\"\r\n     data-link=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/hosting-shared-hosting\/\">\r\n     \r\n  <div class=\"flex flex-col gap-3 gap-4 sm:gap-6 w-full\">\r\n    <strong class=\"text-2xl font-semibold text-gray-900 dark:text-gray-200\">\r\n      hosting.com hosting bersama    <\/strong>\r\n    <div class=\"text-gray-600 dark:text-gray-300 word-word\">Kinerja tinggi, dilengkapi dengan CPU AMD EPYC, penyimpanan SSD NVMe, dan LiteSpeed, dukungan internal ahli 24 jam sehari, langkah-langkah keamanan canggih termasuk SSL, brute force, malware, dan perlindungan DDoS, menghemat hingga 731 TB\/bulan.<\/div>\r\n  <\/div>\r\n\r\n  <div class=\"flex items-center flex-col md:flex-row lg:flex-col xl:flex-row 2xl:flex-col gap-6 shrink-0\">\r\n          <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/hosting-shared-hosting\/\">\r\n                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/20250901222940.svg\" alt=\"LOGO hosting.com\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 dark:hidden\" title=\"\">\r\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251228220957.webp\" alt=\"LOGO hosting.com\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 hidden dark:block\" title=\"\">\r\n              <\/a>\r\n    \r\n    <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/hosting-shared-hosting\/\"\r\n       class=\"bg-blue-500 w-full md:w-auto lg:w-full xl:w-auto 2xl:w-full text-center !text-white dark:!text-gray-200 !px-5 !py-1.5 rounded-full hover:bg-blue-600 transition-colors\">\r\n       halaman akses    <\/a>\r\n  <\/div>\r\n<\/div>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_END -->\n\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah diaktifkan, tampilan situs web Anda akan sama persis dengan tema induknya. Sekarang, Anda dapat mulai melakukan penyesuaian sesuai keinginan Anda.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Ubah gaya: Edit langsung pada sub-topik tersebut. <code data-no-auto-translation=\"\">style.css<\/code> Untuk mengubah warna, font, tata letak, dan lainnya pada file tersebut, tambahkan aturan CSS (Cascading Style Sheets) yang sesuai.<\/li><li>Mengganti file template: Jika Anda perlu mengubah struktur halaman tertentu (seperti halaman utama, halaman artikel, header, atau footer), cukup ganti file template yang bersangkutan dari tema induk. <code data-no-auto-translation=\"\">header.php<\/code>, <code data-no-auto-translation=\"\">footer.php<\/code>, <code data-no-auto-translation=\"\">page.php<\/code>Salin konten tersebut ke direktori subtema, lalu editnya. WordPress akan lebih memprioritaskan penggunaan file yang ada di dalam subtema.<\/li><li>Menambahkan fitur baru: Di dalam sub-topik\u2026 <code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code> Tambahkan fungsi PHP baru, hook (Hook), dan filter (Filter) ke dalam kode untuk memperluas fungsi situs web.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penerapan Lanjutan dan Praktik Terbaik dari Subtopik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah memahami metode dasar pembuatan, mengetahui beberapa trik lanjutan dan praktik terbaik akan membuat subtopik Anda lebih kuat dan lebih profesional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Memuat sumber daya tema induk secara selektif<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terkadang, Anda mungkin tidak ingin memuat semua gaya atau skrip dari tema induk. Anda dapat memilih untuk memuatnya sesuai dengan kebutuhan Anda. <code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code> Memungkinkan kontrol yang lebih detail terhadap proses pengunduhan (loading) sumber daya. Misalnya, hanya mengunduh gaya (styles) dari tema induk yang diperlukan untuk tata letak (layout) tertentu.<\/p>\n<!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_START --><p>\u63a8\u8350\u9605\u8bfb <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/yue\/knowledge\/wordpress\/wordpress-theme-selection-guide-%e7%9f%a5%e8%af%86\/\">Bagaimana cara memilih dan menyesuaikan tema WordPress yang paling cocok dengan gaya situs web Anda?<\/a>\u3002<\/p><!-- AUTO_INTERNAL_LINKS_END -->\n\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menggunakan file bahasa untuk proses internasionalisasi (internationalization).<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda berencana untuk mendistribusikan sub-topik Anda, atau jika situs web Anda memerlukan dukungan berbahasa multibahasa, maka penting untuk mengatur domain teks (Text Domain) dengan benar dan mempersiapkannya dengan matang. <code data-no-auto-translation=\"\">.pot<\/code> File bahasa sangat diperlukan. Pastikan bahwa semua string yang dapat diterjemahkan dalam kode menggunakan format yang sesuai, seperti yang ditentukan oleh sistem pengelolaan bahasa (language management system). <code data-no-auto-translation=\"\">__('String', 'your-child-theme-text-domain')<\/code> Fungsi semacam itu perlu dibungkus (dilapisi\/diwrapp) dengan struktur tertentu agar dapat digunakan dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kontrol versi dan strategi pembaruan.<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disarankan dengan kuat untuk menggunakan alat pengelolaan versi seperti Git untuk mengelola kode subtopik Anda. Pastikan kode memiliki komentar yang jelas dan lakukan pembackup secara teratur. Subtopik itu sendiri juga perlu diperawat; ketika Anda menambahkan fitur baru atau memperbaiki bug, Anda dapat memperbarui kode subtopik tersebut. <code data-no-auto-translation=\"\">style.css<\/code> Nomor versi tersebut digunakan untuk memudahkan manajemen di masa depan.<\/p>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_START -->\n\r\n<div class=\"flex justify-between items-center flex-col lg:flex-row xl:flex-col 2xl:flex-row gap-6 sm:gap-8 rounded-lg border border-gray-200 dark:border-gray-700 p-4 mb-8 lg:mb-10 sm:p-6 bg-white dark:bg-gray-750 shadow-md transition-colors duration-300\"\r\n     data-link=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/interserver-webhosting\/\">\r\n     \r\n  <div class=\"flex flex-col gap-3 gap-4 sm:gap-6 w-full\">\r\n    <strong class=\"text-2xl font-semibold text-gray-900 dark:text-gray-200\">\r\n      Hosting bersama InterServer.    <\/strong>\r\n    <div class=\"text-gray-600 dark:text-gray-300 word-word\">Hosting bersama seharga $2,50 USD per bulan, diskon $0,1 USD untuk bulan pertama dengan kode promo tryinterserver, serta 461 skrip aplikasi cloud yang dapat diinstal dengan sekali klik.<\/div>\r\n  <\/div>\r\n\r\n  <div class=\"flex items-center flex-col md:flex-row lg:flex-col xl:flex-row 2xl:flex-col gap-6 shrink-0\">\r\n          <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/interserver-webhosting\/\">\r\n                  <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251228045033.svg\" alt=\"Logo InterServer.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 dark:hidden\" title=\"\">\r\n          <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.likacloud.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/20251229054830.webp\" alt=\"Logo InterServer.\" class=\"content-promotion-card-icon h-9 min-h-9 hidden dark:block\" title=\"\">\r\n              <\/a>\r\n    \r\n    <a href=\"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/tolink\/interserver-webhosting\/\"\r\n       class=\"bg-blue-500 w-full md:w-auto lg:w-full xl:w-auto 2xl:w-full text-center !text-white dark:!text-gray-200 !px-5 !py-1.5 rounded-full hover:bg-blue-600 transition-colors\">\r\n       halaman akses    <\/a>\r\n  <\/div>\r\n<\/div>\n<!-- AUTO_SYNCED_PATTERN_INSERT_END -->\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menyimpulkan.<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membuat subtema WordPress merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh setiap pengembang situs web, desainer, maupun pengguna tingkat lanjut. Subtema ini memungkinkan Anda untuk melakukan penyesuaian sesuai keinginan dengan cara yang elegan, yaitu dengan \u201cmewarisi dan mengganti\u201d kode dari tema induk (parent theme). Dengan demikian, Anda tetap dapat memastikan bahwa kode inti situs web tetap aman dari perubahan yang tidak diinginkan selama proses pembaruan. Langkah-langkahnya dimulai dengan membuat direktori dan dua file utama dalam subtema tersebut\u2026<code data-no-auto-translation=\"\">style.css<\/code> \u548c <code data-no-auto-translation=\"\">functions.php<\/code>Proses pembuatan situs web WordPress dimulai dari tahap pendaftaran dan pengaturan dasar, hingga tahap aktivasi serta penyesuaian mendalam terhadap tampilan (style), template, dan fitur-fitur yang tersedia. Setiap langkah dalam proses ini dijelaskan dengan rinci, sehingga risiko yang mungkin timbul dapat dikendalikan dengan baik. Dengan mengikuti praktik terbaik yang dijelaskan dalam artikel ini, Anda akan mampu membuat situs web WordPress yang stabil, profesional, dan mudah dirawat dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ - Pertanyaan yang Sering Diajukan.<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah setiap tema WordPress mendukung pembuatan subtema?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari segi teknis, setiap tema yang mengikuti standar pemrograman WordPress dapat dijadikan tema induk (parent theme). Umumnya, tema-tema populer dan berkualitas tinggi akan secara eksplisit menyatakan bahwa mereka mendukung pembuatan tema anak (child themes). Anda dapat melihat informasi ini di deskripsi resmi atau dokumentasi tema tersebut. Jika struktur tema tersebut memenuhi standar yang ditetapkan, pembuatan tema anak biasanya tetap dapat dilakukan dengan lancar, meskipun tidak ada pernyataan eksplisit tentang dukungan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa yang akan terjadi jika kolom `Template` di berkas `style.css` dari sub-topik diisi dengan informasi yang salah?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika <code data-no-auto-translation=\"\">Template<\/code> Nilai dari field tersebut tidak sesuai dengan nama direktori tema induk yang sebenarnya, sehingga WordPress tidak dapat mengenali tema induk tersebut. Hal ini dapat menyebabkan subtema tidak dapat diaktifkan di backend, atau jika diaktifkan, tampilan situs web di frontend akan terganggu (gaya tampilan hilang, tata letak menjadi kacau). Oleh karena itu, pastikan bahwa nilai field tersebut diisi dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah saya bisa membuat topik \u201ccucu\u201d lainnya berdasarkan sebuah topik anak?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem tema WordPress secara default hanya mendukung hubungan warisan (inheritance) pada satu tingkat, artinya sebuah subtema hanya boleh memiliki satu tema induk (parent theme) langsung. Secara teoritis, Anda bisa mencoba membuat sebuah subtema menggunakan subtema lain sebagai template-nya, tetapi ini merupakan praktik yang tidak standar dan sangat berisiko menyebabkan kesalahan atau masalah kompatibilitas yang tidak terduga. Oleh karena itu, hal tersebut sangat tidak disarankan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah konten kustom pada subtema saya akan hilang setelah saya memperbarui tema induknya?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah salah satu kelebihan terbesar dari penggunaan subtema: isi subtema tidak akan hilang. Saat Anda memperbarui tema induk, hanya file-file yang berada di dalam direktori tema induk yang akan diganti. Semua modifikasi yang Anda lakukan akan disimpan di dalam direktori subtema yang terpisah, sehingga tetap utuh. Namun, perlu diingat bahwa jika pembaruan besar pada tema induk mengubah beberapa fungsi inti atau struktur template, bagian-bagian dari subtema Anda yang telah diubah mungkin perlu disesuaikan agar sesuai dengan versi baru tersebut.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Subtema WordPress adalah tema khusus yang bergantung pada tema induk, mewarisi semua fungsi dan gaya, serta memungkinkan modifikasi aman tanpa memengaruhi file inti. Langkah-langkah pembuatannya termasuk membuat direktori subtema baru, menulis file style.css (yang berisi deklarasi Template), dan file functions.php (yang digunakan untuk memuat lembar gaya dengan benar). Setelah diaktifkan, Anda dapat dengan bebas mengganti template atau menambahkan CSS, dan konten kustomisasi tidak akan terpengaruh saat tema induk diperbarui.<\/p>","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"tags":[4069,806,802,2028,387],"knowledge_category":[280],"class_list":["post-12401216","knowledge_post","type-knowledge_post","status-publish","hentry","tag-wordpress-child-theme","tag-wordpress-development","tag-theme-customization","tag-best-practices","tag-website-maintenance","knowledge_category-wordpress"],"acf":{"site_seo_keywords":"WordPress \u5b50\u4e3b\u9898,\u5b50\u4e3b\u9898\u521b\u5efa,\u7236\u4e3b\u9898,WordPress \u5f00\u53d1\u6700\u4f73\u5b9e\u8df5,\u5b50\u4e3b\u9898\u6837\u5f0f\u8868,functions.php \u6587\u4ef6,\u5b50\u4e3b\u9898\u81ea\u5b9a\u4e49"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts\/12401216","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/knowledge_post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts\/12401216\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12404571,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_posts\/12401216\/revisions\/12404571"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12401216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12401216"},{"taxonomy":"knowledge_category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.likacloud.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/knowledge_category?post=12401216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}