Situs web e-commerce adalahSitus yang menjual produk atau menawarkan layanan secara langsung di website.
Tidak seperti blog atau situs web perusahaan, tujuan utamanya adalah:Melakukan pembelian dan transaksi secara online.

1) Pertama, jelaskan konsepnya: situs e-commerce bukan hanya “tempat untuk melakukan pemesanan”, tetapi juga sistem transaksi yang lengkap.

Banyak pemula mengira “situs e-commerce = halaman + keranjang belanja + pembayaran”.
Sebenarnya, situs web e-commerce merupakan sistem end-to-end:

  • Front-end: Membuat pengguna memahami, mempercayai, dan bersedia membeli (halaman, konten, ulasan, layanan pelanggan)
  • Tiongkok dan Taiwan: Memungkinkanmu mengoperasikan (produk, inventaris, harga, promosi, anggota, data)
  • Bagian belakangMemastikan pesanan dapat terkirim (pembayaran, manajemen risiko, penyimpanan, logistik, pengembalian dan pertukaran barang, pajak).
  • \nPertumbuhanMembuat orang lain dapat menemukanmu (SEO, iklan, media sosial, email, konten).
  • \nKepatuhan: Memastikan kamu tidak melanggar hukum dan aturan platform (privasi, cookie, keamanan pembayaran)

Jika kamu hanya fokus pada “bisa melakukan pemesanan”, yang kamu dapatkan hanyalah toko kecil yang tidak bertahan lama;
Jika Anda membuat “sistem perdagangan”, Anda akan mendapatkan bisnis yang dapat menghasilkan pendapatan jangka panjang.

2) Inti dari positioning situs e-commerce: Anda tidak menjual “produk”, Anda menjual “hasil untuk siapa”.”

Positioning bukanlah sebuah slogan, melainkan sebuah pilihan yang dapat dieksekusi:

Ke siapa (kelompok sasaran) itu dijual?Memecahkan masalah dalam skenario apa (skenario penggunaan)?Mengapa memilihmu? (bukti diferensiasi)Bagaimana cara membeli dengan paling aman (konversi dan pelaksanaan)?

Kamu bisa langsung menggunakan template positioning ini (berlaku secara global, menyampaikan pesan dengan jelas):

Template satu kalimat untuk positioning e-commerce:

Kami menyediakan [kategori produk/solusi] untuk [kelompok sasaran], membantu mereka mencapai [hasil yang jelas] dalam [skenario penggunaan], dan membuat pembelian lebih aman melalui [bukti: kualitas/ulasan/sertifikasi/jaminan/pengiriman].

Contoh (Anda dapat mengganti tanda kurung):

  • Kami menyediakan [perlengkapan berkemah ringan] untuk [pengguna berkemah pemula], untuk membantu mereka melakukan perjalanan akhir pekan dengan lebih mudah dan aman, serta menawarkan [tutorial video + garansi satu tahun + pengembalian dan pertukaran cepat] untuk mengurangi biaya percobaan.
  • Kami menyediakan [aksesori ergonomis] untuk [pekerja jarak jauh], untuk membantu mereka mengurangi kelelahan saat [duduk terlalu lama], dan menawarkan [ulasan nyata + spesifikasi detail + uji coba 30 hari dengan pengembalian gratis] untuk membangun kepercayaan.

3) Pilih model e-commerce terlebih dahulu: Model yang berbeda akan menentukan struktur situs web, konten, logistik, dan pemasaran Anda.

6 model paling umum dari situs e-commerce (yang digunakan di seluruh dunia):

A. DTC (Direct-to-Consumer, penjualan langsung dari merek ke konsumen)

Kamu menjual langsung ke konsumen, dan situs web resmi merupakan platform utamanya.
Keuntungan.: Aset merek terakumulasi, laba kotor dapat dikendalikan, dan data pengguna menjadi milikmu.
\nTantangan.: Kita harus melakukan sendiri untuk mendapatkan pelanggan, dan konten serta kepercayaan harus lebih kuat.

B. Pemilihan produk/toko kelontong.

Kamu menjual beberapa merek/berbagai kategori produk, dengan mengandalkan pemilihan produk dan kurasi konten.
Keuntungan.: Mengunggah produk baru lebih cepat, dan lebih fleksibel.
\nTantangan.: Membedakan diri itu sulit, membutuhkan “logika pemilihan produk + sistem konten”.”

C. Produk digital.

Buku elektronik, kursus, template, lisensi perangkat lunak, dll.
Keuntungan.Tanpa perlu logistik, pengiriman cepat.
\nTantangan.: Kebijakan tentang pembajakan, layanan purna jual, dan pengembalian uang harus jelas.

D. Sistem berlangganan.

Pengiriman bulanan/triwulanan (kotak kosmetik, biji kopi, bahan habis pakai, dll.).
Keuntungan.Aliran kas stabil, LTV (nilai seumur hidup pengguna) lebih tinggi.
\nTantangan.: Proses retensi dan pembatalan, serta layanan pelanggan harus matang.

E. Produksi kustom/sesuai permintaan.

Produksi dilakukan setelah pengguna melakukan pemesanan.
Keuntungan.: Tekanan inventaris rendah.
\nTantangan.: Siklus pengiriman dan biaya komunikasi pasca-penjualan yang tinggi.

F. B2B Grosir.

Untuk pembelian perusahaan.
Keuntungan.: Nilai transaksi per pelanggan tinggi.
\nTantangan.Mekanisme seperti penawaran, periode pembayaran, dokumen pajak, dan harga yang terlihat setelah login jauh lebih rumit.

menarik perhatian ke sth.

Kamu tidak perlu membuat pola yang rumit di awal. Hal terbaik untuk pemula adalah:
DTC (sedikit SKU) atau Produk Digital (pengiriman tunggal) Pertama, jalankan loop tertutup.

4) Siapa pengguna globalnya: Empat kategori target pelanggan e-commerce paling umum (dan apa yang mereka pikirkan)

Ketika pengguna mengunjungi situs e-commerce, mereka biasanya membuat keputusan berdasarkan empat pertanyaan berikut:

1) Tipe impulsif.

“Kelihatannya bagus. Bisakah aku membelinya sekarang? Apakah ini penipuan?”
Anda harus memberikan: visual yang kuat, poin penjualan yang kuat, jaminan yang kuat, dan pembayaran yang lancar.

2) Jenis perbandingan.

“Saya sedang membandingkan 3 perusahaan, jadi mengapa kamu lebih layak?”
Anda harus memberikan: parameter, perbandingan, evaluasi, contoh, kebijakan pengembalian dan pertukaran.

3) Berbasis penelitian.

“Saya tidak mengerti. Saya ingin belajar terlebih dahulu, tetapi membeli yang salah akan sangat merugikan.”
Kamu perlu memberikan: panduan, FAQ, saran pembelian, tutorial skenario (SEO konten sangat populer).

4) Tipe pembelian ulang.

“Saya sudah membelinya sekali, bisakah itu lebih cepat dan lebih mudah?”
Anda harus memberikan: anggota, berlangganan, pesanan cepat, akses pasca-penjualan, rekomendasi, dan bundling.

Inti dari penentuan posisi: kelompok orang mana yang akan Anda prioritaskan untuk dilayani?
Kelompok orang yang berbeda memiliki persyaratan yang sangat berbeda untuk struktur halaman beranda, konten halaman produk, dan strategi pemasaran.

5) Dari mana asal “diferensiasi” situs e-commerce? (10 arah diferensiasi yang efektif secara global)

Kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula: hanya mengatakan “kualitas kami bagus, harga kami rendah, dan layanan kami baik”.
Ini semua terlalu umum. Diferensiasi harus dapat dibuktikan dan dirasakan oleh pelanggan.

Anda dapat memilih 1–2 hal berikut sebagai diferensiasi utama:

  1. Solusi adegan yang lebih jelas.(Bukan menjual produk, tetapi menjual “paket solusi”)
  2. Konten profesional yang lebih kuat.(Pendidikan sebelum membeli: panduan/ulasan/tutorial)
  3. Bukti yang lebih kredibel.(Sertifikasi pihak ketiga, laporan pengujian, kasus pengguna nyata)
  4. Pengalaman pengiriman yang lebih baik.(Pengiriman lebih cepat, logistik lebih transparan, pengembalian dan pertukaran lebih mudah)
  5. Garansi purna jual yang lebih baik.(Masa percobaan, perpanjangan garansi, dan program trade-in)
  6. Logika pemilihan produk yang lebih baik.(Hanya menjual SKU yang “cocok untuk pemula”).
  7. Personalisasi yang lebih kuat.(Rekomendasi, padanan, kustomisasi)
  8. Biaya pengambilan keputusan yang lebih rendah.(Parameternya jelas, alat perbandingan, dan FAQ lengkap)
  9. Reputasi komunitas yang lebih kuat.(UGC, Buyer Show, KOL/Media)
  10. Struktur harga yang lebih baik.(Berlangganan lebih hemat, paket lebih menguntungkan, harga transparan)

6) Arsitektur informasi standar untuk situs web e-commerce: “Peta Situs” umum.”

Situs e-commerce paling takut dengan situasi “halaman yang penuh sesak tetapi pengguna tidak bisa menemukan jalan”.
Sebuah struktur yang ramah bagi pemula biasanya adalah:

Navigasi atas (Header)

  • Toko / Kategori
  • Produk baru.
  • Terlaris.
  • Discount
  • Panduan/Blog
  • Tentang kami.
  • Bantuan (Logistik/Pengembalian/FAQ)
  • \nPencarian, akun, keranjang belanja.

Halaman yang wajib ada

  1. Halaman Utama: Menemukan sebuah kalimat + pintu masuk kategori + bukti kepercayaan + barang terlaris/baru + informasi jaminan.
  2. \nHalaman kategori.: Seleksi, penyortiran, dan ringkasan poin penjualan.
  3. Halaman detail produk.: Mengubah inti
  4. Keranjang belanja.: Harga dan biaya pengiriman yang transparan, kode diskon, dan tips kepercayaan.
  5. \nMenyelesaikan pembayaran.: Semakin sederhana, semakin baik.
  6. \nPertanyaan tentang pesanan dan logistik.
  7. Pengembalian dan pertukaran barang serta kebijakannya.

Sangat disarankan (terutama untuk bisnis global).

  • Panduan Ukuran/Spesifikasi
  • Ulasan dan Buyer's Show
  • FAQ(Mengurangi tekanan pada layanan pelanggan dan meningkatkan konversi)
  • Kontak dan Dukungan
  • Deskripsi multibahasa/multimata uang.

7) Bagaimana membuat halaman beranda e-commerce yang tidak gagal: Rumus layar pertama yang “segera dipahami” oleh pengguna.

Halaman utama dan layar utama harus menyelesaikan tiga hal:

  1. Apa yang kamu jual?(Dapat dipahami dalam satu kalimat)
  2. Untuk siapa ini cocok?(Kelompok sasaran/skenario)
  3. Mengapa harus percaya padamu?(Bukti/Jaminan)
    Kemudian berikan CTA yang jelas:
  • Beli sekarang.
  • \nLihat yang terlaris.
  • Belanja Pemula

Jangan memasukkan 5 tombol di layar pertama, karena pengguna akan lebih ragu untuk menekannya.

8) Halaman detail produk (PDP) merupakan urat nadi e-commerce: satu halaman yang menjelaskan dengan jelas “untuk membeli atau tidak membeli”.”

Aturan umum untuk e-commerce global: jika halaman produk tidak dibuat dengan baik, maka lalu lintas sebanyak apa pun pun tidak akan berguna.

Modul yang wajib ada di halaman produk (disarankan untuk mengikuti urutan ini)

  1. Judul: Singkat dan jelas (merek + model/fitur utama)
  2. Harga dan penawaranApakah sudah termasuk pajak, apakah gratis ongkir, dan apakah ada harga berlangganan?
  3. Fitur utama (3-5 poin): Tulis menggunakan “hasil”, jangan gunakan kata sifat yang tidak perlu.
  4. Gambar/video: Gambar skenario + gambar detail + gambar ukuran/perbandingan.
  5. Parameter spesifikasi.: Bahan, ukuran, berat, kompatibilitas (semakin standar semakin baik)
  6. \nInformasi pengiriman.: Tempat pengiriman, perkiraan kedatangan, aturan pengembalian dan pertukaran.
  7. Ulasan dan Tanya Jawab.: Ulasan nyata, pertanyaan umum.
  8. \nKepercayaan dan jaminan.Garansi, sertifikasi, keamanan pembayaran, dan waktu respons layanan pelanggan.
  9. \nPencocokan dan rekomendasi: Bundling, produk terkait, sering dibeli bersama-sama.
  10. FAQ: Hapus semua keraguan sekaligus.

9) Kebenaran SEO e-commerce: bukan “menulis banyak artikel”, tetapi “data produk + struktur halaman + pencocokan niat”.”

Pusat Pencarian Google Sebuah panduan praktik terbaik untuk SEO e-commerce telah disediakan secara khusus, dengan tujuan utama membuat situs web e-commerce lebih mudah ditemukan dan dipahami dalam pencarian.
Bagi e-commerce, inti dari SEO bukanlah hal mistis, tetapi tiga hal berikut:

  1. Halaman dapat diambil dan dipahami.(Struktur teknis, klasifikasi yang jelas, dan tautan internal yang wajar)
  2. Informasi produk dapat diverifikasi.(Konsistensi harga, stok, ulasan, dll.)
  3. \nPencocokan niat pengguna.(Apa yang harus dibeli, bagaimana memilih, dan apa yang harus dibandingkan)

4 Jenis Niat dari Kata Kunci E-commerce (berlaku secara global)

  1. Transaksional: beli / harga / diskon / pengiriman gratis
  2. Jenis barang.: Nama produk, model, spesifikasi, warna, ukuran.
  3. Typo: "Tipe perbandingan": A vs B, terbaik, top, ulasan.
  4. \nTipe pertanyaan: cara memilih, panduan ukuran, cara menggunakan.

Struktur konten situs web Anda harus mencakup empat kategori niat ini:

  • Halaman kategori/halaman produk mendukung transaksi dan niat untuk membeli produk.
  • Ulasan/perbandingan/pedoman melanjutkan perbandingan dan niat untuk mengajukan pertanyaan.

10) Data terstruktur dan data produk: Membuat mesin pencari “memahami apa yang kamu jual”.”

Google dengan jelas menyatakan bahwaUntuk memberikan informasi produk yang lebih lengkap kepada pencarian, Anda dapat menggunakan Data terstruktur produk.Anda juga dapat mengunggahnya. Sumber data dari Merchant Center.Menggunakan keduanya bersama-sama dapat memaksimalkan peluang untuk tampilan terkait dan membantu Google memahami dan memverifikasi data dengan lebih akurat.
Selain itu, Google juga menyediakanData terstruktur e-commerce.Sebuah panduan khusus yang menjelaskan berbagai tipe data terstruktur e-commerce dan fungsinya.
Dan juga ada yang ditujukan untuk “daftar pedagang/penampilan produk”. Data terstruktur dari daftar pedagang.Di sini, penjelasannya adalah, ini digunakan untuk mendapatkan tampilan produk yang lebih kaya dalam pencarian.

Bagi pemula, kamu hanya perlu mengingat satu hal:

Halaman produk tidak hanya ditujukan untuk manusia, tetapi juga untuk “mesin” mesin pencari.
Mesin membutuhkan bidang standar: nama, harga, mata uang, stok, ulasan, biaya pengiriman, dll.

menarik perhatian ke sth.

Halaman produk tidak hanya ditujukan untuk manusia, tetapi juga untuk “mesin” mesin pencari.
Mesin membutuhkan bidang standar: nama, harga, mata uang, stok, ulasan, biaya pengiriman, dll.

11) Pembayaran dan Keamanan: E-commerce global tidak bisa lepas dari PCI DSS dan perlindungan data pembayaran.

Jika Anda memproses, menyimpan, atau mentransfer data kartu pembayaran, Anda harus serius memperhatikan keamanan pembayaran.
Dewan Standar Keamanan PCI. Dikatakan bahwa PCI DSS merupakan seperangkat persyaratan teknis dan operasional dasar untuk melindungi data akun pembayaran, yang dirancang untuk meningkatkan keamanan data kartu pembayaran dan mendorong langkah-langkah keamanan yang konsisten secara global.

Saran terpenting untuk pemula adalah:

  • Cobalah untuk menggunakan pembayaran pihak ketiga yang matang dan checkout terkelola.(Menyerahkan pemrosesan data sensitif kepada penyedia yang memiliki sistem kepatuhan yang lebih matang)
  • Situs Anda masih perlu dilengkapi dengan fitur-fitur seperti: HTTPS, keamanan dasar, pencegahan injeksi, pencegahan skrip berbahaya, manajemen izin latar belakang, dan lain-lain.

(Anda tidak perlu menjadi ahli keamanan sejak awal, tetapi Anda harus menganggap “keamanan pembayaran” sebagai bagian dari kepercayaan merek.)

12 Pribadi dan Cookie: Saat melakukan bisnis di pasar global, aturan UE sangat perlu diperhatikan.

Jika Anda menargetkan pengguna di Uni Eropa, aturan tentang cookie dan privasi online akan memengaruhi cara Anda menggunakan teknologi analitik, iklan, dan pelacakan. Peraturan resmi Uni Eropa “Eropa kamu.”Halaman ini menjelaskan aturan privasi online dan membedakan cookie mana yang memerlukan persetujuan dan yang tidak.

Untuk e-commerce, poin implementasi paling realistis adalah:

  • Cookie yang tidak penting (seperti pelacakan iklan, sebagian analisis) biasanya memerlukan persetujuan pengguna sebelum diaktifkan.
  • Diperlukan: kebijakan privasi, kebijakan cookie/manajemen preferensi, dan pengungkapan yang jelas tentang alat pihak ketiga.

Ini tidak hanya masalah kepatuhan, tetapi juga akan memengaruhi kepercayaan dan konversi pengguna.

13)Logistik, pengembalian dan pertukaran barang, pajak: “Kesulitan nyata” dari e-commerce global tidak terletak pada tahap awal.

Banyak pemula menghabiskan banyak energi pada tema dan halaman, tetapi yang benar-benar menentukan reputasi adalah:

  • Kecepatan dan prediktabilitas pengiriman.
  • Biaya pengiriman transparan (jangan sampai Anda mendapat kejutan saat checkout)
  • Proses pengembalian dan pertukaran barang jelas dan biayanya dapat dikendalikan.
  • Menjelaskan dengan jelas pajak lintas batas dan tarif bea cukai.

Strategi “meminimalkan kompleksitas” yang dapat digunakan oleh pemula.

  • Pertama, mulailah dari satu negara/wilayah (pastikan proses pelaksanaannya berjalan lancar terlebih dahulu).
  • SKU sebaiknya sedikit (10-30 unit atau kurang lebih mudah untuk mengelolanya)
  • Kebijakan pengembalian dan pertukaran harus jelas (jangan gunakan frasa ambigu seperti “tergantung kondisi”).
  • Masukan layanan pelanggan harus jelas (email/formulir/chat).

14)Peningkatan tingkat konversi (CVR): Di mana “titik kritis corong” paling umum dalam e-commerce?

Koridor konversi e-commerce sangat sederhana:

Masuk → Jelajahi → Tambahkan ke keranjang → Checkout → Bayar → Selesai → Pembelian ulang.

Point break paling umum bagi pemula (dari yang tertinggi hingga yang terendah):

  1. Informasi di halaman produk tidak cukup.(Tak berani membeli)
  2. Biaya pengiriman/pajak tidak transparan.(Saya baru menyadari harganya mahal saat akan melakukan pembayaran.)
  3. Ada terlalu banyak langkah untuk melakukan checkout.(Silakan pergi jika kamu tidak mau tinggal.)
  4. Kurangnya kepercayaan.(Tanpa evaluasi, tanpa jaminan)
  5. Metode pembayaran tidak sesuai.(Tidak ada metode pembayaran yang umum digunakan di wilayah ini)
  6. Pengalaman di perangkat seluler buruk.(Tombolnya kecil, dan membutuhkan waktu lama untuk memuat)

Urutan optimalisasi yang disarankan olehmu adalah:

Halaman produk → Halaman checkout → Biaya pengiriman dan kebijakan → Pemasaran

15) Strategi konten e-commerce: Mengubah “tidak akan membeli” menjadi “akan membeli”, dan mengubah “membeli sekali” menjadi “membeli terus-menerus”.”

Konten e-commerce bukan hanya blog, melainkan merupakan bagian dari proses penjualan:

A) Pendidikan sebelum pembelian (meningkatkan konversi)

  • Panduan Pembelian
  • Panduan Ukuran/Spesifikasi
  • Ulasan perbandingan (A vs B)
  • Paket pemula dan saran kombinasi pakaian.

B) Pengalaman setelah pembelian (meningkatkan pembelian ulang)

  • Tutorial penggunaan
  • \nPemeliharaan dan perawatan.
  • Memecahkan Masalah Pertanyaan Umum.
  • Rekomendasi aksesori dan bahan habis pakai.

C) Konten merek (meningkatkan kepercayaan)

  • Kisah merek (tapi harus singkat dan nyata).
  • Proses produksi/kontrol kualitas.
  • Cerita pengguna dan konten komunitas.

16) Platform vs Situs Web Sendiri: Posisi situs web Anda juga menentukan apakah Anda “harus menggunakan platform secara bersamaan” atau tidak.”

Rute umum e-commerce global adalah:

  • Platform (Marketplace): Dapatkan lalu lintas lebih cepat, tetapi aturannya terbatas, dan data tidak sepenuhnya milikmu.
  • Membangun situs web sendiri (DTC): Lebih mudah mengendalikan dan memanfaatkan aset merek dan pengguna, tetapi Anda harus melakukan upaya sendiri untuk mendapatkan pelanggan.

Kombinasi “lebih stabil” yang umum bagi pemula adalah:

Platform melakukan verifikasi penjualan + membangun situs web sendiri untuk mempromosikan merek dan meningkatkan pembelian ulang.
Di situs web yang dibuat sendiri, gunakan konten, keanggotaan, langganan, dan pengalaman pasca-penjualan untuk mempertahankan pengguna.

17) Rute 30/60/90 hari: Dari penentuan posisi hingga peluncuran dan pertumbuhan.

Berikut ini adalah serangkaian rute yang lebih “minimalis”, yang dapat Anda ikuti langsung sesuai jadwal.

0-30 hari: Penentuan posisi dan toko yang paling layak secara minimum.

  • Konfirmasi mode (DTC/digital/berlangganan...) dan penentuan posisi satu kalimat.
  • Pilih 10-30 SKU inti (sedikit tapi berkualitas tinggi).
  • Mengatur halaman: Halaman utama, kategori, halaman produk, keranjang belanja, checkout, logistik/pengembalian/pertukaran, ketentuan privasi.
  • \nTulis halaman produk agar “bisa dipesan dan terpercaya”.”
  • Pertama, buat 5 konten pra-pembelian: panduan pemilihan/FAQ/perbandingan/panduan ukuran.

(Jika kamu menggunakan) \nShopify Untuk platform-platform mapan seperti ini, pihak resmi juga telah memberikan panduan langkah demi langkah untuk “membuka toko dari nol”, dengan menekankan pentingnya mengikuti langkah-langkah dalam membangun, mengunggah produk, mengatur pembayaran, dan pengiriman, dan lain-lain.

31-60 hari: Mengoptimalkan konversi dan konsistensi data.

  • Meningkatkan evaluasi dan pertanyaan jawaban (walaupun menggunakan “Pertanyaan Umum” terlebih dahulu).
  • Mengoptimalkan penampilan biaya pengiriman/waktu kedatangan (transparan terlebih dahulu)
  • Memastikan konsistensi data terstruktur dengan data produk (harga, stok, ulasan).
  • Mengaktifkan langganan email dan pemulihan keranjang yang ditinggalkan (Abandoned Cart)
  • Lakukan 10 konten yang mencakup kata kunci ekor panjang: perbandingan/ulasan/tutorial penggunaan.

61-90 hari: pertumbuhan dan pembelian ulang.

  • Meluncurkan paket dan bundel (meningkatkan nilai pesanan rata-rata)
  • Cobalah berlangganan/menjadi anggota (meningkatkan pembelian ulang)
  • Melakukan ekspansi regional: multi-mata uang/multi-bahasa (jika berlaku)
  • \nMenyisir\nPrivasi dan Cookie Manajemen (terutama untuk pengguna UE)
  • Membangun mekanisme “Pembaruan konten + Iterasi halaman produk” (meninjau kembali kata-kata trending, alasan pengembalian, dan masalah layanan pelanggan setiap bulannya).

18) 15 kesalahan positioning paling umum di situs e-commerce.

  1. Menjual segalanya (topiknya tidak jelas)
  2. Hanya membicarakan fungsi produk, tanpa membahas “hasil skenario”.”
  3. Halaman produk tidak memiliki parameter kunci (pengguna tidak berani membeli).
  4. Biaya pengiriman/pajak yang tinggi baru terlihat saat checkout (terjemahan gagal)
  5. Tidak ada kebijakan pengembalian atau pertukaran, atau ketentuan yang tidak jelas.
  6. Tidak ada ulasan, tidak ada jaminan (kekurangan kepercayaan)
  7. Di layar pertama, tidak jelas apa yang kamu jual atau siapa yang akan tertarik dengannya.
  8. Aplikasi seluler memuat dengan lambat dan tidak mudah digunakan.
  9. Metode pembayaran tidak sesuai dengan pasar utama.
  10. Portal layanan pelanggan sulit ditemukan.
  11. Menampilkan iklan dan jendela pop-up terlalu dini (merusak pengalaman pengguna)
  12. Konten tersebut tidak memberikan edukasi sebelum pembelian (hanya mengandalkan iklan untuk memaksa penjualan).
  13. Data produk tidak konsisten (harga/stok kacau).
  14. \nAbaikan.\nPembayaran dan Keamanan(Mempengaruhi kepercayaan terhadap merek)
  15. \nAbaikan.\nPrivasi dan Cookie Kepatuhan (terutama lintas batas)

19) Masalah umum pada situs e-commerce.

Q1: Haruskah saya membuat platform terlebih dahulu atau membuat situs web independen terlebih dahulu?

Hal yang lebih aman untuk dilakukan oleh pemula adalah:Verifikasi penjualan oleh platform + situs web independen untuk membangun merek dan meningkatkan pembelian ulang.
Jika Anda memiliki kemampuan konten/kekuatan merek, Anda juga dapat memulai dengan situs web independen, tetapi Anda harus menyiapkan anggaran untuk akuisisi pelanggan dan bersabar.

Q2: Berapa banyak SKU yang cocok untuk dimulai?

Disarankan kurang dari 10-30 SKU. Terlalu banyak SKU akan membuat Anda: kesulitan mengelola inventaris, tidak bisa menulis konten yang cukup, tekanan layanan pelanggan yang besar, dan posisi produk yang kurang jelas.

Q3: Bagaimana jika tidak ada ulasan?

Pertama, gunakan “FAQ + parameter terperinci + kebijakan perlindungan + konten skenario penggunaan” untuk membangun kepercayaan.
Di sisi lain, secepat mungkin dapatkan ulasan nyata dan Buyer Show (yang asli lebih penting daripada jumlahnya) dari sejumlah kecil pengguna awal.

Q4: Bagaimana cara menulis biaya pengiriman agar tidak memengaruhi konversi?

Prinsip:Transparan terlebih dahulu.
Di halaman produk atau keranjang belanja, berikan informasi tentang perkiraan biaya pengiriman, batas pengiriman gratis, dan perkiraan waktu kedatangan. Jangan biarkan pengguna mengalami “kejutan” pada langkah terakhir.

Q5: Dari mana seharusnya e-commerce SEO dimulai?

Struktur halaman kategori dan halaman produk, data produk, dan data terstruktur. Pertama, gunakan “Panduan Pembelian/Perbandingan/Tutorial Penggunaan” untuk mencakup kata kunci ekor panjang. Google juga secara jelas menyediakan panduan SEO e-commerce dan saran data terstruktur untuk e-commerce.

Q6: Apakah wajib menampilkan pop-up cookie untuk pengguna Uni Eropa?

Tidak semua cookie membutuhkan persetujuan, tetapi aturan privasi online Uni Eropa memengaruhi cookie mana yang memerlukan persetujuan, serta bagaimana Anda harus memberi tahu dan mengelolanya. Anda dapat merujuk ke panduan resmi Uni Eropa untuk membedakan dan merancangnya.