Selama proses instalasi WordPress, sistem akan meminta Anda untuk mengisi informasi database untuk membuat koneksi. Jika informasi ini salah, instalasi akan gagal atau situs web tidak akan berfungsi dengan baik. Oleh karena itu,Mencatat dan menyimpan informasi database secara akurat dan tepat adalah langkah yang sangat penting.Bagian ini akan memberi tahu Anda informasi apa yang perlu Anda catat, cara mencatatnya, dan cara menghindari kesalahan umum.
4 informasi inti yang harus dicatat.
Setelah membuat database, baik itu melalui panel Pantheon atau cara lain, Anda perlu segera mencatat 4 informasi berikut (yang sangat penting saat menginstal WordPress):
| Nama informasi | Penjelasan dan contoh. | Pentingnya |
|---|---|---|
| Nama database. | Nama database yang kamu buat, seperti wp_blog2023 | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Nama pengguna database. | Nama pengguna untuk mengakses database tersebut, seperti wp_user | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Kata sandi database. | Kata sandi yang sesuai dengan nama pengguna (kata sandi yang kuat) | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Alamat host database. | Alamat server tempat database berada, biasanya adalah localhost | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
Bagaimana cara mendapatkan dan mencatat informasi ini?
Mengambil panel Bodhi sebagai contoh, langkah-langkah untuk mendapatkan informasi ini sangat sederhana:
- Masuk ke panel Plesk.Masuk ke halaman manajemen "Database".
- Di dalam daftar database, temukan database yang kamu buat untuk WordPress, lalu klik "Detail" di sisi kanan atau langsung lihat informasi daftarnya.
- Di antara informasi yang ditampilkan, temukan dan catat:
- Nama database (seperti
wp_shop) - Nama pengguna (seperti
wp_admin) - Host database (yang secara default ditampilkan sebagai
localhost)
- Nama database (seperti
- Kata sandi perlu dikonfirmasi secara terpisah:
- Jika Anda ingat kata sandi yang dibuat saat pembuatan, cukup catat saja.
- Jika lupa kata sandi, klik "Atur ulang kata sandi" untuk menghasilkan kata sandi baru.Catat segera.(Kata sandi baru hanya ditampilkan sekali).
\nMetode pencatatan rekomendasi.:
Buat file Notepad baru (bernama "Informasi Database WordPress.txt"), lalu isi dengan format sebagai berikut:
数据库名:wp_mywebsite
数据库用户名:wp_user123
数据库密码:K8x$pQ9Lm2@zR7tY(示例强密码)
数据库主机:localhost
数据库端口:3306(默认,一般无需填写)
Setelah menyimpan, simpan file tersebut di desktop komputer atau di aplikasi catatan cloud (seperti Evernote atau Notion), untuk memastikan Anda dapat menemukannya dengan cepat saat menginstal WordPress.
Kesalahpahaman umum dan hal-hal yang perlu diperhatikan.
- Jangan tulis kata sandi dengan tangan, pastikan untuk menyalin dan menempelnya.Kata sandi database biasanya merupakan kata sandi yang kuat yang dihasilkan secara acak (terdiri dari huruf besar dan kecil, angka, dan simbol), yang sangat mudah salah ketik. Disarankan untuk menyalin dan menempelkannya langsung ke file catatan, lalu menyalinnya dari file saat instalasi.
- "Host database" bukanlah IP server.Pemula sering keliru mengira bahwa "host database" memerlukan IP publik server (seperti
123.45.67.89Namun, dalam kenyataannya:- Saat database dan file situs web berada di server yang sama, alamat host secara default adalah
localhost(Host lokal). - Hanya jika database digunakan secara terpisah di server lain, Anda perlu mengisi IP atau nama domain spesifik (situasi ini sangat jarang terjadi, dan pemula hampir tidak akan mengalaminya).
- Saat database dan file situs web berada di server yang sama, alamat host secara default adalah
- Nomor port umumnya tidak perlu diisi.Port default database MySQL adalah
3306WordPress akan secara otomatis menggunakan port ini, jadi tidak perlu mengisinya secara manual saat instalasi, kecuali jika server Anda telah mengatur port lain secara khusus (perlu berkonsultasi dengan penyedia layanan server). - Risiko kebocoran informasi.Informasi database merupakan rahasia inti dari situs web. Jika informasi tersebut diperoleh oleh orang lain, data mungkin dirusak atau dihapus. Oleh karena itu:
- Jangan mengirim file catatan melalui cara yang tidak terenkripsi (seperti mengirimnya langsung di WeChat).
- Setelah situs web diluncurkan, disarankan untuk memindahkan file catatan ke tempat yang aman (seperti folder terenkripsi).
Lupa informasinya? Begini cara mengambilnya kembali!
Jika Anda tidak sengaja kehilangan informasi database yang terekam, jangan khawatir, Anda dapat dengan mudah mengambilnya kembali melalui panel Plesk:
- Nama database, nama pengguna, alamat host.: Lihat langsung di halaman "Database" di BaoTa.
- Kata sandi database.Di dalam daftar database, klik "Lebih" → "Ubah Kata Sandi", lalu buat kata sandi baru dan simpan ulang (kata sandi lama tidak dapat dilihat, hanya bisa direset ulang).
Catatan: Setelah mengubah kata sandi, jika situs web telah terinstal, Anda perlu memperbarui kata sandi di file konfigurasi WordPress (wp-config.php). Jika tidak, situs web akan memberi peringatan "Kesalahan koneksi database".
Menyimpulkan.
Informasi database adalah "kunci" yang menghubungkan WordPress dengan penyimpanan data. Mencatat dan menyimpannya dengan benar merupakan prasyarat untuk instalasi yang berhasil. Setelah mencatatnya sesuai metode di bagian ini, Anda dapat langsung melanjutkan ke langkah berikutnya — menginstal WordPress dan mengisi informasi tersebut. Ingat:Jika muncul pesan "Koneksi database gagal" selama instalasi, ini karena informasi yang diisi salah. Dalam hal ini, Anda harus memeriksa ulang informasi yang dicatat dan mencoba lagi.。